NABIRE - Pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Indonesia, khususnya di Kabupaten Nabire, Dinas DP3A Kabupaten Nabire bekerja sama dengan UNICEF Papua mengadakan pelatihan layanan perlindungan anak di tingkat Kabupaten Nabire, di Hotel Getz Nabire, Kamus (15/06/23). Kegiatan dihadiri Kepala Dinas DP3A Kabupaten Nabire, Paskalina Wakey, S.Sos, perwakilan dari Bappeda Nabire, Marthen G. Erari, perwakolan Kejaksaan Negeri Nabire, R. Sihotang, SH, LSM YPKM, Jack Marey, perwakilan Polres Nabire, Nelce Makabori, perwakilan tokoh perempuan SPP, Natalia KObogau, Jaringan Peduli Kekerasan Perempuan, Yohana Matini, SH, perwakilan dari UNICEF Provinsi Papua, Ary Widyoseno bagian fasilitator dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas DP3A Kabupaten Nabire, Paskalina Wakey, S.Sos, mengucapkan terimakasih kepada tamu undangan yang hadir hari ini dalam menyukseskan pelatihan layanan perlindungan perempuan dan anak di tingkat kabupaten dan kampong. Sehingga di hari ini ke depan tidak ada lagi kasus kepada perempuan dan anak di Provinsi Papua Tengah lebih khusunya di Kabupaten Nabire.

Kegiatan dilanjutkan pembagian kelompok menjadi tiga kelompok untuk membahas materi yang disajikan menyepakati bersama dalam melaksanakan kegiatan yang akan direncanakan. Sebagai target ada satu kelurahan dan dua kampung yaitu Kelurahan Siriwini, Kampung Kimi dan Kampung Air Mandidi Samabusa.

Dikatakan Ary Widyoseno dari Unicef Papua, program ini sudah dijalankan dan program ini namanya Program Kampung Peduli Anak Rawan Penyakit (PIAWAI). Program ini sudah berjalan satu tahun lebih dan kita awali program ini dari tahun 2022 dan program ini Kabupaten Nabire salah satunya dan diintervensi dari tiga kabupaten lainnya yaitu Kabupaten Jayawijaya, Biak Numfor dan Supiori.

Ditambahkan dari perwakilan Bappeda Nabire, Marthen G. Erari, kalau kegiatan Tupoksi di lapangan, Bappeda tidak secara langsung dan intervensi terhadap program-program yang hari ini kita diskusikan. Tetapi tugas Bappeda adalah sebagai fasilitator agar bisa membantu teman-teman di perangkat daerah untuk membantu memasukan usulan program kegiatan di dalam dokumen program kerja di daerah masing-masing.

“Harapan saya kepada teman-teman di OPD yang secara langsung ada di dalam kegiatan penanganan kekerasan kepada perempuan dan anak agar mempunyai kepedulian dan kebijakan untuk bersama manangani program ini agar membantu teman-teman di Dinas DP3A untuk menangani KDRT dan kekerasan terhadap anak,” katanya.

Ditambahkan Sekertaris DP3A Kabupaten Nabire, Wati Runggiari, S.Sos, terkait kegiatan hari ini pihaknya bermitra melaksanakan kegiatan sosiliasasi pelatihan untuk kampung-kampung yang menjadi sasaran kampung layak anak. Karena khususnya di daerah Provinsi Papua, Papua Tengah

lebih khusus Kabupaten Nabire masih ada kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Anna Merlin Matini juga menambahkan, harapan dari kegiatan ini juga harus membentuk unit layanan terpadu untuk mencapai kabupaten tamah anak dan kampung layak anak yang sebenarnya sudah lama dari tahun 2016 oleh Menteri Yohana Yembise. Tetapi sampai sekarang tidak terwujud karena belum ada kampung ramah anak dan itu salah satu kriteria penting yang harus kabupaten itu punya. (rob)