Di Dogiyai, Ratusan Massa Demo Tolak e-KTP
MOANEMANI - Senin (23/9) kemarin sekitar pukul 10.45 WIT, ratusan massa menggelar aksi demo damai di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Dogiyai. Aksi unjuk rasa oleh warga Gereja Kemah Injil Indonesia daerah Mapia, Mapia Tengah, Mapia Barat, Piyaiye dan S
Bagikan
MOANEMANI - Senin (23/9) kemarin sekitar pukul 10.45 WIT, ratusan massa menggelar aksi demo damai di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Dogiyai. Aksi unjuk rasa oleh warga Gereja Kemah Injil Indonesia daerah Mapia, Mapia Tengah, Mapia Barat, Piyaiye dan Sukikai, dengan koordinator massa Pdt. Amos Magay, menolak Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP). Massa melakukan long march dari titik kumpul di Kampung Bomomani Mapia menuju Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Dogiyai di Moanemani.
Data yang dihimpun di lapangan, orasi disampaikan perwakilan massa mensikapi soal e-KTP. Seperti disampaikan orator Amos Magay, warga Gereja Kemah Injil Mapia menolak e-KTP karena mengandung angka 666 yang artinya anti kristus. Selain itu, menurutnya, e-KTP tidak sesuai dengan firman Tuhan sehingga pihaknya mengklaim bahwa seluruh warga Kemah Injil Mapia menolak e-KTP.
Orator lainnya, Osea Mote yang juga menjabat Kepala Distrik (Kaidstrik) Mapia, menuturkan, sebagai Kadistrik menyarankan agar pemerintah meninjau kembali e-KTP. Dirinya juga menyarankan agar pemerintah tidak memaksa masyarakat menggunakan e-KTP. Karena menurutnya, sistim e-KTP harus diganti karena membuat takut masyarakat dengan adanya unsur angka 666.
Menanggapi orasi yang disampaikan perwakilan dari massa, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Dogiyai, Wilem Kegiye, mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa memberikan jawaban kongkrit terkait tuntutan massa. Dirinya menyarankan kepada massa untuk menyampaikan tuntutan kepada DPRD, MRP dan Dewan Adat Papua. Terkait persoalan ini, kata Wilem Kegiye, pihaknya telah menyampaikan kepada tingkat yang lebih tinggi namun belum ada tanggapan.
Perwakilan dari pemerintah Kabupaten Dogiyai, Anthon Iyowau, berkomentar, masyarakat diharapkan tidak terlalu mempermasalahkan e-KTP karena masih ada masalah lain yang lebih besar seperti soal mabuk, penggangguran dan masalah lainnya.
Sementara Asisten II Setda Dogiyai, Drs. Sem Rihi menyarankan agar masyarakat menyampaikan aspirasi secara tertulis dan terpadu untuk disampaikan kepada pemerintah pusat.
Dari Ketua DPRD Kabupaten Dogiyai, Lameks S. Kotouki, mengatakan bahwa pihaknya akan memperjuangkan aspirasi massa sampai ke tingkat pusat. Pihaknya sebagai wakil rakyat juga akan berkoordinasi dengan pihak eksekutif guna menindaklanjuti aspirasi massa tersebut.
Aksi demo berakhir sekitar pukul 12.30 WIT, massa kemudian kembali melakukan long march menuju Mapia.
Aksi demo dibawah pengamanan aparat keamanan dari TNI/Polri berjumlah 45 personil dipimpin Kapolsek Kamuu dan Kasat Sabhara didampingi Danramil Moanemani, Danpos 753 AVT serta Danpos Paskhas. Situasi aman terkendali. (ros/ist)
Bagikan artikel ini



