Tolak Perampasan Tanah Adat, Ribuan Massa Simapitowa Kepung DPR Papua Tengah

NABIRE – Ribuan massa yang tergabung dalam Front Peduli Alam dan Manusia Wilayah Simapitowa memadati halaman Kantor DPR Papua Tengah, Senin (10/8/2026). Massa datang untuk menyampaikan penolakan terhadap dugaan perampasan tanah adat serta sejumlah persoalan yang dinilai mengancam keberlangsungan masyarakat dan lingkungan di wilayah Simapitowa.
Massa aksi bergerak menuju pusat pemerintahan di Nabire setelah melakukan long march dari sejumlah titik yang tersebar di wilayah Kota Nabire. Gelombang massa kemudian menyatu dan tiba di halaman Kantor DPR Papua Tengah.
Sekitar pukul 11.25 WIT, para demonstran mulai menyampaikan aspirasi melalui orasi secara bergantian. Mereka membawa sejumlah spanduk dan poster yang memuat tuntutan terkait perlindungan tanah adat, aktivitas militer, serta persoalan lingkungan.
Salah satu spanduk yang dibentangkan massa memuat tuntutan agar tidak ada pemaksaan terhadap masyarakat untuk menyerahkan tanah.
“TNI tidak boleh memaksakan masyarakat melepaskan tanah. TNI segera cabut senplat yang ditanam di KM 95 dan KM 102,” demikian salah satu tulisan dalam spanduk tersebut.
Massa juga menyuarakan penolakan terhadap rencana atau aktivitas pembuatan kanal di wilayah Kali Bumi, KM 105 dan kawasan yang berkaitan dengan perusahaan. Selain itu, mereka meminta penarikan personel militer organik maupun non-organik dari wilayah yang menjadi objek tuntutan.
Di tengah berlangsungnya aksi, sejumlah anggota DPR Papua Tengah terlihat hadir di halaman kantor. Kehadiran para wakil rakyat tersebut untuk menyaksikan langsung jalannya demonstrasi sekaligus mendengarkan aspirasi yang disampaikan massa.
Sementara itu, aparat gabungan TNI dan Polri melakukan pengamanan di sekitar lokasi aksi. Penjagaan dilakukan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan sekaligus memastikan penyampaian pendapat berlangsung aman dan tertib.
Hingga berita ini diterbitkan, aksi Front Peduli Alam dan Manusia Wilayah Simapitowa masih berlangsung di halaman Kantor DPR Papua Tengah. Massa masih menyampaikan tuntutan dan aspirasi secara bergantian.
Situasi di lokasi terpantau kondusif. Aparat keamanan tetap melakukan pengawalan, sementara sejumlah anggota DPR Papua Tengah berada di lokasi untuk menerima aspirasi yang disampaikan para demonstran. (amd)
Bagikan artikel ini



