NABIRE – Dana sektor pendidikan yang dikelola Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire selama dua tahun terakhir ini masuk urutan terakhir, serapan anggaran pendidikan terkecil di Provinsi Papua. Sementara itu, kabupaten tetangga, dana pendidikan yang dikelola Dinas Pendidikan Kabupaten Dogiyai menduduki peringkat pertama dalam urutan pengelolaan dana pendidikan di Provinsi Papua. Tetapi, sekalipun Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire menduduki posisi terakhir dalam alokasi dana pendidikan di Provinsi Papua, untuk kualitas pendidikan, dalam Neraca Pendidikan di Provinsi Papua, Nabire menempati urutan ke enam. Sedangkan kabupaten tetangga, Kabupaten Dogiyai yang mengelola dana pendidikan terbesar di Papua, ternyata dari kualitas pendidikan malah tercatat pada peringkat terakhir.Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Viktor Tebay, S.Sos,MAP di ruang kerjanya, Selasa (27/9) mengatakan data neraca pendidikan di Provinsi Papua yang mengurus besaran pengelolaan dana sektor pendidikan berdasarkan dana pendidikan yang dikelola Dinas Pendidikan se Provinsi Papua dan kualitas pendidikan selama tiga tahun terakhir ini.Viktor menambahkan, berdasarkan neraca pendidikan di Papua, pengelolaan dana pendidikan dan kualitas barometernya Dinas Pendidikan Kota Jayapura. Sebab, Kota Jayapura dalam urutan pengelolaan dana pendidikan masuk urutan ke dua tetapi untuk kualitas pendidikan. Kota Jayapura menempati urutan pertama.Sekalipun Kabupaten Nabire menempati urutan terakhir dalam alokasi dana pendidikan tetapi, kata Viktor dari sisi kualitas pendidikan di Papua, Kabupaten Nabire menduduki peringkat enam. Beda dengan Kabupaten Dogiyai yang kelola dana pendidikan terbesar di Provinsi Papua tetapi dari kualitas pendidikan, malah masuk urutan terakhir.Satu hal yang membanggakan bagi Nabire, tambah Viktor, sesuai urutan dari Neraca Pendidikan di Papua, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Nabire masuk urutan ke III, setelah Kota Jayapura dan Kabupaten Mimika. (ans)