NABIRE – Pemerintah Kabupaten Dogiyai melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Kampung (BPMPK) mengutus 10 orang untuk mengikuti pelatihan pertanian dan peternakan organic, Asianrural  Institut Ari Japan (Saund Organic) di Bogor, Jawa Barat. Pelatihan ini diikuti guna menanam, mengolah yang baik tanpa menggunakan pupuk buatan dari yang berbau campur kimia. Pelatihan dilaksanakan sejak tanggal 25 hingga 28 Juni lalu. “Sepuluh peserta dari Dogiyai ini berasal dari dua wilayah Kamuu dan Mapia mengikuti pelatihan ekonomi pertanian dan peternakan yang lalu di Bogor,” kata ketua tim, Otopianus Tebai ditemui media ini, Kamis (17/7).Di sela–sela kegiatan, Kepala BPMPK dogiyai, Damiana Tekege, SH, M.Hum mengatakan, peserta pelatihan mengikuti materi dan ilmu ini dengan sebaik-baiknya. Agar kembali ke Kabupaten Dogiyai bisa menerapkan apa yang diterima kepada masyarakatnya agar bermanfaat bagi kita semua. Hal ini sangat penting guna untuk mendorong menjadi kawasan sentra produksi tanaman pangan dan ternak.Lebih lanjut dikatakan, berbicara soal petani, perlu dilaksanakan pelatihan–pelatihan petugas sekolah lapang secara berjenjang mulai dari pemandu lapang. Untuk mencapai maksud tersebut telah dicanangkan beberapa pilar pembangunan, salah satunya adalah pemberdayan ekonomi rakyat.“Berbicara pemberdayaan ekonomi rakyat sudah sangat jelas. Pemberdayaan ekonomi rakyat di sini adalah bagaimana memberdayakan atau meningkatkan kemampuan rakyat untuk menjadi pelaku utama bagi pergerakan roda perekonomian di daerah dengan memanfaatkan segala potensi yang ada disekitar lingkungan masyarakat,” tutur Damiana.Lebih lanjut Damiana mengatakan, banyak tersedia berbagai bahan baku industri baik bahan tambang, produk hasil pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan dan lainnya. Sumber daya ini dapat diolah lebih lanjut melalui proses industri untuk meningkatkan nilai tambah ekonimi. “Dengan semakin banyak kegiatan industri yang dilatih dan dilakukan oleh masyarakat maka akan semakin berdampak positif bagi perekonomian di Kabupaten Dogiyai ini. Karena akan semakin banyak menyerap tenaga kerja, menyerap bahan-bahan baku yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujarnya.Untuk itu kepada instansi tekait diharapkan dapat lebih pro aktif dalam meningkatkan usaha ekonomi rakyat. Baik dibidang industri maupun bidang-bidang pendukung lainnya seperti pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, pertambangan. Sehingga tercipta suatu keterpaduan yang saling mendukung antar berbagai sektor ekonomi. “Jangan sampai kemajuan suatu bidang atau sektor tidak didukung oleh bidang lainnya. Untuk itu sekali lagi saya mohon kepada instansi teknis yang sudah ada supaya lebih saling berkoordinasi dalam melaksanakan setiap program-program,” ungkapnya. (modes)