Puncak Kirim 60 Pemuda Ikuti Pelatihan Kerja

ILAGA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Puncak terus berupaya menekan angka pengangguran melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah mengirim 60 pemuda asli Kabupaten Puncak untuk mengikuti pelatihan kerja di Kabupaten Mimika.
Program yang dibiayai melalui dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2026 itu dilaksanakan Dinas Sosial Kabupaten Puncak bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Gemilang Indo Training Timika. Pelepasan peserta berlangsung di Aula Dinas Sosial Kabupaten Puncak, Ilaga, Selasa (28/7/2026).
Acara pelepasan dihadiri Asisten Bidang Umum Sekda Kabupaten Puncak Ferry Laheba, Kepala Dinas Sosial Aser Tabuni, Direktur LPK Gemilang Indo Training Timika Rahmat, serta Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Puncak sekaligus penanggung jawab kegiatan, Fidel Tabuni.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Puncak, Aser Tabuni, mengatakan program pelatihan keterampilan tersebut merupakan salah satu inovasi di bawah kepemimpinan Bupati Elvis Tabuni dan Wakil Bupati Naftali Akawal dalam menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan mampu bersaing di dunia kerja.
"Peserta akan menjalani pelatihan selama 20 hari di Timika. Kami berharap mereka memanfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh sehingga sepulangnya nanti memiliki keterampilan yang dapat digunakan untuk bekerja maupun membuka usaha sendiri," kata Aser.
Ia berharap para peserta dapat menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi di 25 distrik di Kabupaten Puncak melalui kemampuan yang diperoleh selama pelatihan.
LPK Gemilang Indo Training dipilih sebagai mitra karena dinilai memiliki rekam jejak yang baik dalam mencetak tenaga kerja kompeten. Lembaga tersebut juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah pemerintah daerah di Papua, seperti Kabupaten Mimika, Deiyai, dan Kepulauan Yapen.
Ketua DPRK Kabupaten Puncak, Thomas Tabuni, mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang dinilainya mampu memberikan solusi terhadap persoalan pengangguran sekaligus mencegah munculnya berbagai persoalan sosial.
"Kalau masyarakat tidak memiliki pekerjaan, bisa memicu masalah sosial maupun gangguan keamanan. Karena itu kami sangat mendukung program ini dan berharap jumlah pesertanya terus ditingkatkan agar semakin banyak pemuda memiliki keterampilan dan penghasilan sendiri," ujarnya.
Sementara itu, Direktur LPK Gemilang Indo Training Timika, Rahmat, menjelaskan 60 peserta akan dibagi ke dalam enam kelas dengan masing-masing berisi 10 orang. Mereka akan mengikuti pelatihan di berbagai bidang keahlian, yakni operator excavator, operator wheel loader, juru las, dasar mekanik, dan dasar elektrik.
Selain keterampilan teknis, peserta juga akan dibekali pembentukan karakter, etos kerja, serta kedisiplinan. Di akhir pelatihan akan dilakukan evaluasi kompetensi sebagai tolok ukur kemampuan yang telah diperoleh.
"Kami berharap setelah pelatihan selesai, pemerintah daerah dapat memberikan pendampingan lanjutan agar keterampilan yang dimiliki para peserta benar-benar dapat dimanfaatkan untuk memperoleh pekerjaan atau mengembangkan usaha," kata Rahmat.
Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Puncak, Fidel Tabuni, menambahkan pihaknya akan terus mengawal seluruh peserta selama proses pelatihan, termasuk berkoordinasi dengan Polres Puncak untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar.
Melalui program ini, Pemkab Puncak berharap lahir tenaga-tenaga kerja lokal yang kompeten, mandiri, dan mampu menciptakan peluang usaha baru sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Puncak yang adil, damai, mandiri, dan sejahtera. (ist)
Bagikan artikel ini



