NABIRE – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nabire akan membangun bronjong di Kali Nabire dalam tahun anggaran ini. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan setelah diverifikasi oleh tim verikasi dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional.

Selain bronjongan di Kali Nabire, BPBD juga akan memasang bronjongan di Kali Yaro yang telah mengkikis badan jalan antara Yaro 1 dan Yaro 2, Distrik Yaro.

Disamping brojong di dua kali tersebut, BPBD juga akan mermbangun talut di tiga titik gorong-gorong di Nabire.

Kepala BPBD Kabupaten Nabire, Imanuel Monei di ruang kerjanya, Senin (10/7) mengatakan dalam tahun anggaran ini, BPBD akan membangun bronjongan di Kali Nabire. Bronjongan tersebut akan dibangun dari sebelum jembatan Kali Nabire ke atas. Pekerjaan bronjongan juga akan dibangun di Kali Yaro, di mana tempat yang kena longsor beberapa waktu lalu antara Yaro 1 dan 2.

Monei menambahkan, selain memasang bronjong di Kali Nabire, BPBD juga akan membangun gorong-gorong di kali yang terletak di dekat Gereja Kristen Protestan yang menghubungkan jalan dari Wonorejo ke Jalan Jayanti, jalan masuk dari atas Gereja St Anthonius Bumiwonorejo ke jalan Jayanti.

Selain di dalam kota dan bronjong di Kali Yaro, BPBD Kabupaten Nabire  akan memperbaiki dua titik jembatan yang sudah rusak di antara Yaro 1 dan 2 dengan memasang gorong-gorong.

Monei mengingtakan, pembanguna bronjong dan gorong-gorong tersebut akan dikerjakan setelah tim verifikasi dari BPBN datang lihat langsung lolos sasaran kegiatannya di Nabire. 

Ketika menyinggung tentang pemasangan talut sepanjang pantai di Nabire yang rawan abrasi, Monei mengatakan tidak ada pembangunan baru di Badan Penanggulangan Bencana Nasional, yang ada hanya rehah recording (RR), yang ada hanya untuk memperbaiki rusak. Sedangkan pembangunan baru menjadi tanggungjawab Kemeterian Pekerjaan Umum, sehingga BPBD Nabire tidak menangani pemasangan talut sepanjang bibir pantai yang rawan abrasi seperti yang diusulkan masyarakat.

Oleh sebab itu, kata Monei, tahun ini BPBD Nabire akan menangani pembangunan bronjong di Kali Nabire dan 3 titik perbaikan dengan pemasangan gorong-gorong. Sedangkan pembangunan fisik baru ditangani  Pekerjaan Umum. (ans)