Berharap Lahir Tenaga Kesehatan OAP Intan Jaya
SUGAPA – Kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Intan Jaya dengan Institut Kesehatan Immanuel (IKI) Bandung diharapkan akan melahirkan tenaga-tenaga kesehatan Orang Asli Papua (OAP) Intan Jaya yang terampil bahkan ahli. Untuk nantinya menjadi pelayan yang handal di garis depan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakatnya sendiri. Dengan demikian, pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Kabupaten Intan Jaya dapat berjalan maksimal tanpa terpengaruh oleh kondisi keamanan.

SUGAPA – Kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Intan Jaya dengan Institut Kesehatan Immanuel (IKI) Bandung diharapkan akan melahirkan tenaga-tenaga kesehatan Orang Asli Papua (OAP) Intan Jaya yang terampil bahkan ahli. Untuk nantinya menjadi pelayan yang handal di garis depan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakatnya sendiri. Dengan demikian, pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Kabupaten Intan Jaya dapat berjalan maksimal tanpa terpengaruh oleh kondisi keamanan.
"Anak-anak yang kami titipkan di IKI Bandung untuk dididik, dibina dan digembleng berasal dari berbagai latar belakang keluarga, mereka datang dari kampung yang sangat jauh, mereka terbiasa hidup sebagai orang Papua yang secara kekerabatan hidup berkelompok dengan budaya yang sangat berbeda dari Pulau Jawa," tutur Pj Bupati Intan Jaya, Apolos Bagau, ST, saat penandatanganan kerjasama, Sabtu (10/6/23) lalu.
Oleh karena itu dirinya sangat mengharapkan IKI Bandung dapat memberikan perhatian lebih kepada anak-anak Intan Jaya. Agar dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Tentu dengan melibatkan anak-anak dalam organisasi kampus, mengikutsertakan dalam berbagai kegiatan positif lainnya.
Saat penandatanganan, Pj Bupati Apolos Bagau mengapresiasi pimpinan dan jajaran civitas akademika IKI Bandung atas respon dan sambutan luar biasa serta kesediaan bekerjasama dalam penyiaan SDM kesehatan Intan Jaya yang ditandai dengan penandatanganan MoU hari ini bertepatan dengan dies natalis IKI Bandung yang ke-21 pada tanggal 7 Juni 2023.
Diusia yang telah menginjak 21 tahun tersebut, pihaknya yakin pemilihan IKI Bandung sebagai mitra dalam membangun SDM kesehatan di Kabuapten Intan Jaya merupakan pilihan yang sangat tepat. Karena IKI Bandung telah eksis selama 21 tahun di bidang pengembangan SDM kesehatan sangat berpengalaman serta didukung oleh SDM yang sangat baik yang dibuktikan dengan akreditasi institut baik sekali dan akreditrasi jurusan rata-rata nilai A dan B.
Lebih lanjut dikatakan, pihaknya perlu meningkatkan kualitas SMD kesehatan khususnya OAP. Hal ini disebabkan oleh bebereapa permasalahan yang dihadapi sampai hari ini. Diantaranya, pertama, Kabupaten Intan Jaya merupakan salah satu kabupaten dengan kondisi keamanan yang paling rentan dan tidak stabil karena kehadiran kelompok teroris dan sparatis Papua yang kerap mengganggu pelaksanaan pembangunan dan pelayanan publik termasuk pelayanan kesehatan.
Kedua, derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Intan Jaya sangat rendah yang disebabkan jangkauan pelayanan kesehatan terkendala akses transportasi yang sulit, akses air minum dan sanitasi, jangkauan pelayanan yang sulit karena faktor topografi dan tentu tingkat pendidikan masyarakat yagn rendah.
Ketiga, tenaga kesehatan yang ada di Intan Jaya 80% adalah non OAP. Oleh karena itu pelayanan kesehatan menjadi terganggu bahkan terhenti manakala terjadi kondisi tidak kondusif seperti yang dialami mulai tahun 2019 sampai saat ini.
Keempat, dalam rangka mengatasi kesenjangan dan sekaligus pemberdayaan masyarakat OAP dalam bidang pembangunan kesehatan guna mengurangi terjadinya kecemburuan sosial dalam rangka implementasi UU nomor 1 tahun 2021 tentang Otsus. (PPN)
Bagikan artikel ini



