DOGIYAI - Untuk memberdayakan masyarakat Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Dogiyai, melakukan action (tindakan) nyata di tengah-tengah masyarakat dengan menyalurkan sejumlah bantuan dari pemerintah. Hal ini harus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai melalui Dinsos.  Pasalnya, pemberdayaan menunjuk pada kemampuan orang, khususnya kelompok rentan dan lemah, sehingga masyarakat di Dogiyai kedepan perlu memiliki  kekuatan atau kemampuan dalam memenuhi kebutuhan dasarnya. Oleh sebab itu, pemerintah memberikan bantuan stimulan. “Hal ini juga dimaksudkan, agar nantinya masyarakat dapat merasakan kebebasan dalam artian bukan saja bebas dalam mengemukakan pendapat melainkan bebas dari kelaparan, bebas dari kebodohan, kemiskinan juga bebas dari kesakitan,” Hal ini diungkapkan Kadinsos Dogiyai, Martinus Mote, S.Sos dalam perbincangannya dengan wartawan Papuapos Nabire baru-baru ini di Moanemani.Diceritakan Martinus, masyarakat Kabupaten Dogiyai kedepan perlu menjangkau sumber-sumber produktif yang memungkinkan untuk meningkatkan pendapatannya serta memperoleh barang-barang dan jasa-jasa yang masyarakat perlukan. Dengan demikian, nantinya masyarakat di Dogiyai turut berpartisipasi aktif dalam pembangunan. “Masyarakat di kabupaten ini perlu kita berdayakan secara serius guna mengejar ketertinggalan. Dengan satu harapan yakni, kedepan masyarakat bebas dari kelaparan, ketertinggalan juga bebas dari kesakitan,” ujarnya.Martinus menjelaskan, dirinya selaku Kadinsos Dogiyai perlu mendukung visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai. Guna mewujudnyatakan program kerja bupati dan wakil bupati, Rabu (12/05) di Moanemani, atas nama Pemkab Dogiyai dirinya menyalurkan sejumlah bantuan berupa pakaian bayi, pakaian ibu hamil (daster), sauris, supermi dan beras yang diterima para pengurus asrama pelajar dan sejumlah pengelola tempat ibadah. “Kami sudah menyerahkan pakaian bayi dan daster kepada ibu-ibu yang hamil kepada sejumlah ibu-ibu. Selain itu, kami juga telah menyalurkan bantuan berupa Bahan Makanan (Bama) kepada pihak asrama pelajar dan sejumlah pengelolah tempat ibadah. Semuanya ini kami lakukan untuk mendukung visi dan misi bupati dan wakil bupati Dogiyai,” terangnya.Diungkapkannya, pihaknya telah memprogramkan sejumlah kegiatan untuk memberdayakan masyarakat di Dogiyai. Adapun program dimaksud adalah, pada tahun 2015 ini dengan dana Otsus akan membangun sebanyak 40 unit rumah sehat bagi masyarakat, selain itu pada tahun 2015 ini juga dengan dana dari pemerintah pusat pihaknya akan membangun 250 unit rumah sehat. Jadi, pada tahun 2015 ini, kami siap bangun sebanyak 290 unit rumah sehat bagi masyarakat di Kabupaten Dogiyai, “Kami sudah usulkan sebanyak 120 unit rumah bagi masyarakat, jika usulan kami ditanggapi positif oleh pemerintah pusat, maka pada tahun 2016 kami akan membangun rumah masyarakat di 10 distrik di Kabupaten Dogiyai,” paparnya.Dikatakannya lagi, selain akan membangun rumah sehat bagi masyarakat pihaknya juga menyiapkan bantuan berupa Bama bagi masyarakat. Selain itu, guna memberdayakan masyarakat di Dogiyai Pemerintah Kabupaten Dogiyai melalui Dinas Sosial akan membentuk 50 Kelompok Usaha Bersama (KUBE).”Pada Tahun 2015 ini, kami akan melakukan beberapa kegiatan yaitu, pelatihan bagi 80 orang guna mempersiapkan tenaga yang siap diterjunkan jika terjadi bencana alam, selain itu kami juga akan melakukan pelatihan bagi karang taruna dan akan dilakukan pelatihan bagi pelaku Usaha Ekonomi Produktif di Kabupaten Dogiyai,” jelas Kadinsos yang juga adalah alumni Uncen ini. (hendrik anouw)