NABIRE - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) adalah organisasi wartawan pertama di Indonesia yang lahir di Surakarta atau Solo pada 9 Februari 1946, dimana Ketua PWI pertama, Mr. Sumanang Surjowinoto. Dan sejarah baru juga terjadi di Provinsi Papua Tengah, Jumat (19/04/2024) secara resmi melalui Konferensi Provinsi PWI tahun 2024 dan pelantikan Ketua PWI definitif periode 2024-2029 yang dinakhodai Lambert Palaklely, akhirnya Bendera PWI berkibar di Papua Tengah.


PWI Papua Tengah membawahi 8 kabupaten di Provinsi Papua Tengah, yakni Kabupaten Nabire, Mimika, Paniai, Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya, Puncak dan Kabupaten Puncak Jaya. Wakil Sekretaris Jenderal I PWI Pusat mewakili Ketua PWI Pusat, Raja Parlindungan Pane mengatakan Ketua PWI Papua Tengah yang terpilih bukan orang baru di PWI.


"Saya kenal Lambert ini bukan baru, mulai dari PWI Papua dia ini orang paling aktif, bahkan saya lihat sendiri, seorang Plt, dia bisa turun langsung membantu teman-teman di Papua Tengah, bahkan saya lihat dia yang paling sibuk, inilah sosok pemimpin yang patut dicontoh, saya salut dengan dia, rangkul semua teman-teman PWI Papua Tengah," ujarnya.


Sementara itu, Ketua PWI Papua Tengah, Lambert Palaklely dalam sambutannya, mengucapakan terimakasih kepada teman-teman jurnalis Papua Tengah yang selama ini sudah memberikan dukungan kepada dirinya. Dan kepada PWI pusat dirinya juga berterima kasih karena sudah melantik dan meresmikan PWI Papua Tengah. Tugas Ketua PWI bukan sesuatu yang ringan, tetapi butuh kerja keras untuk membangun organisasi PWI tetap solid di Papua Tengah.


"Terimakasih kepada teman-teman, sebagai Ketua PWI Papua Tengah, tentunya tidak bisa berjalan sendiri. Mari kita sama-sama memajukan PWI di Papua Tengah, karena kesuksesan sebuah organisasi tidak terlepas dari proses kerjasama dan menjaga kesoliditan yang utuh untuk kemajuan organisasi," ungkapnya.


Dirinya berharap, dengan adanya bendera PWI Papua Tengah secara otomatis semua wartawan di Papua Tengah merupakan bagian dari organisasi PWI. Salah satu pilar demokrasi adalah Pers, sehingga kemajuan PWI tidak terlepas dari peran teman-teman dalam menjalankan tugas-tugas jurnalis dengan berpedoman pada Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). (richard)