NABIRE - Bappeda Kabupaten Nabire melakukan monitoring pendataan terkait Orang Asli Papua (OAP) di Kampung Yeretuar, Goni, Bawaei, Napan Yaur, Kampung Yaur, dan Kwatisore, Jumat (24/11/23). Pada saat monitoring bertemu dengan sejumlah warga Kampung Yeretuar.

Tim Bappeda yang mendata di setiap pulau dan kampung berjumlah enam orang. Diantaranya Paulus Talakua, SKM, M.Kes, Paulina Papare, Stevelis Danomira, SE, Charles Pasaribu, ST, Nelson dan Adolfina Imbiri.

Disampaikan Tim Bappeda Nabire, program perencanaan pemerintah di tahun 2024 kepada warga ada program pemerintah ke kampung Yeretuar. Saat di lokasi, Tim Bappeda mendapat laporan dari warga jika kepala kampung jarang berada di tempat tugas.

Saat pendataan, warga Kampung Yeretuar mengeluhkan hal utama seperti jaringan seluler yang saat ini belum ada perbaikan. Alasannya karena baterai penggunaan pada signal tower rusak. Sehingga untuk melakukan akses data ke Nabire harus menggunakan speedboat. Dan ini sangat memakan waktu sehingga pekerjaan yang harusnya selesai cepat namun terkendala oleh jaringan seluler.

“Padahal jaringan seluler towernya sudah ada tetapi tidak dapat digunakan. Ketika seperti ini juga mengeluarkan biaya ke kota menggunakan speedboat dan belanja lagi bahan bakar,” tutur warga Yeretuar. (feb)