NABIRE - Bertempat di Ballroom Kantor Gubernur Provinsi Papua Tengah, Asisten III Setda Provinsi Papua Tengah mewakili Gubernur Papua Tengah resmi membuka sosialisasi program pensiun bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). 

Dalam sambutan Gubernur Meki Nawipa, SH, dibacakan Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Papua Tengah, Victor Fun mengatakan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah memandang bapak dan ibu sekalian adalah aset bangsa yang luar biasa. Dedikasi, waktu dan pikiran yang telah disumbangkan selama puluhan tahun demi tegaknya roda pemerintahan di wilayah Papua Tengah adalah catatan pengabdian yang sangat berharga dan patut diapresiasi.

“Pensiun bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah babak baru untuk terus berkarya di tengah masyarakat dengan cara dan ruang yang berbeda,” ujarnya.

Dalam Masa purnabakti atau pensiun adalah fase alamiah yang pasti akan dilalui oleh setiap ASN. Oleh karena itu, jaminan kesejahteraan di masa tua merupakan hak mutlak yang harus dikelola secara profesional, transparan dan memudahkan. 

Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyambut baik dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada PT Taspen (Persero) dan Bank Mandiri Taspen atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi pada hari ini.

Viktor juga menambahkan seringkali, menjelang masa pensiun muncul kekhawatiran terkait pengurusan administrasi yang dianggap rumit atau kebingungan dalam mengelola masa depan finansial.

“Melalui sosialisasi ini, kita berharap segala bentuk birokrasi pengurusan hak penjaminan hari tua dapat dipangkas dan dipermudah melalui sistem pelayanan yang terintegrasi,” terangnya.

Lanjut dia, pemerintah daerah berpesan kepada PT. Taspen dan Bank Mandiri Taspen, agar terus memberikan layanan jemput bola dan kemudahan akses, mengingat letak geografis wilayah di Papua Tengah yang memiliki tantangan tersendiri.

“Pastikan hak-hak para pensiunan kita dapat diterima dengan tepat waktu, tepat jumlah dan tepat orang,” harapnya.

Ia juga berpesan kepada program layanan Bank Mandiri Taspen, adanya skema-skema yang dapat memberdayakan para pensiunan melalui program yang edukatif. Hal ini penting agar para purnabakti tidak hanya menerima hak bulanan, tetapi juga memiliki bekal literasi keuangan untuk menjaga produktivitas, kemandirian dan kesehatan di hari tua. (luk)