NABIRE - Turnamen Sepak Bola Badai Cartenz Cup VI Tahun 2026 resmi dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Papua Tengah (Paputeng), Alanthino Wiay, S.STP, M.Si., di Lapangan Sapta Marga Kodim 1705/Nabire, Senin (6/07/2026).

Pembukaan ditandai dengan tendangan bola pertama oleh Asisten I Setda Provinsi Papua Tengah didampingi Asisten III Sekda Nabire, Bupati Paniai, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Nabire dan Ketua sekaligus CEO Badai Cartenz serta pelatih dan ofisial masing-masing tim.

Dalam sambutan Gubernur Provinsi Papua Tengah yang dibacakan Asisten 1 Sekda Provinsi Paputeng mengatakan atas nama Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyampaikan apresiasi kepada manajemen Badai Cartenz yang telah melaksanaan turnamen Badai Cartenz Cup VI 2026.

Lanjutnya, sepak bola bukan sekadar olahraga, tetapi juga menjadi media pembentukan karakter generasi muda. Olahraga mengajarkan pentingnya kerja sama, disiplin, tanggung jawab serta sikap saling menghormati. Nilai-nilai tersebut tidak hanya dibutuhkan selama pertandingan berlangsung, tetapi juga menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat.

“Nilai-nilai tersebut bukan hanya penting di lapangan pertandingan, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Alanthino Wiay.

Ia juga berharap turnamen ini menjadi wadah bagi para pemain untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka, sekaligus memperkuat persaudaraan antarkomunitas dan melahirkan bibit-bibit pesepakbola berbakat dari Papua Tengah.

Kepada seluruh peserta, gubernur berpesan agar bertanding dengan penuh semangat tanpa mengesampingkan sportivitas. Ia mengingatkan bahwa kemenangan maupun kekalahan merupakan bagian dari pertandingan, sedangkan yang paling penting adalah menjaga disiplin, menaati peraturan serta memelihara keamanan dan ketertiban selama kompetisi berlangsung.

Asisten I Paputeng uga meminta panitia pelaksana, perangkat pertandingan, pelatih dan seluruh official menjalankan tugas secara profesional sehingga setiap pertandingan dapat berlangsung tertib, adil, aman dan lancar.

Sementara CEO sekaligus Ketua Panitia Badai Cartenz Cup VI, Henes Sondegau, mengakui penyelenggaraan turnamen berlangsung dalam situasi yang tidak mudah karena konflik di Intan Jaya masih menyisakan duka bagi masyarakat.

“Kita menyadari bersama pelaksanaan edisi ke-6 Badai Cartenz Cup tahun 2026 ini berada dalam situasi yang tidak mudah. Saat kita berdiri di lapangan ini saudara-saudara kita di Intan Jaya sedang menghadapi situasi konflik, kecemasan, ketidakpastian dan duka,” ujar Henes.

Henes menegaskan Badai Cartenz Cup bukan sekadar kompetisi sepak bola, tetapi memiliki filosofi menjaga persatuan di tengah situasi konflik.

“Badai Cartenz Cup sebuah filosofi. Oleh karena itu, di tengah situasi konflik, Intan Jaya saat ini, kita tidak boleh membiarkan keputusan dan mengambil alih,” kata Henes Sondegau.

Menurut Henes, turnamen tidak digelar untuk mengabaikan realitas yang dihadapi masyarakat Intan Jaya, melainkan menjadi simbol bahwa semangat olahraga, persatuan dan kemanusiaan harus tetap hidup.

“Turnamen ini diselenggarakan bukan untuk berpaling dari realita, melainkan sebuah pernyataan sikap bahwa di tengah badai sekalipun semangat keolahragaan, persatuan dan kemanusiaan harus tetap menyala,” tegas Henes.

Henes menambahkan sepak bola menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan tanpa memandang perbedaan. “Melalui sepakbola, kita mendirikan persatuan atau perdamaian. Di lapangan hijau ini tidak ada perbedaan yang menghalangi kita, yang ada hanya persaudaraan,” jelas Henes.

Panitia juga memastikan skema pertandingan selama sepekan ke depan akan disesuaikan dengan perkembangan situasi di Intan Jaya. “Satu minggu kedepan, skema pertandingan akan diatur karena kita menghargai situasi kondisi yang ada di Intan Jaya,” tegas Henes. (luk)