DOGIYAI – Seperti kita ketahui semua, Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang artinya berbeda-beda, tetapi tetap satu. Dalam artian luas bahwa dari asal suku manapun yang berada di Kabupaten Dogiyai merupakan bagian dari keluarga di Dogiyai secara khusus dan NKRI secara umum. Kita saling menghormati sesama pemeluk agama dan menjamin kebebasan beribadah sesuai dengan kepercayaan kita masing-masing. Demikian sambutan tertulis Caretaker Bupati Dogiyai Emanuel Enembe, dibacakan Plt Sekda Dogiyai Natalis Degei,S.Sos, pada acara Apel Gabungan Nusantara Bersatu yang dihadiri seluruh komponen masyarakat, baik itu PNS, anggota DPRD Dogiyai, Perwira Penghubung (Pabung), perwakilan Polres Nabire-Papua, Pabung Kodam XVII Cenderawasih dan Paskas, Danton Brimob  dan Timsus.Selain itu hadir pula, pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Dogiyai, pimpinan partai politik, Kapolsek Kamu dan Mapia, Satpol PP, siswa-siswi SMP dan SMU (para pelajar) di Dogiyai untuk berikrar dalam apel Nusantara Bersatu tingkat Kabupaten Dogiyai.Dalam apel itu, Pelaksana tugas Sekda Dogiyai Natalis Degei, S.Sos, bertindak sebagai pemimpin upacara mengatakan, dalam kebersamaan kami memberi contoh di kompleks Pasar Moanemani berdampingan tempat beribadah, yakni gereja dan mesjid yang selalu melaksanakan ibadahnya masing-masing. “Tidak ada permasalahan, inilah yang kita pertahankan di kabupaten tercinta Kabupaten Dogiyai ini. Kita pertahankan sampai akhir jaman,” tandasnya. Dalam apel itu diharapkan semua dapat mengambil bagian dalam pembangunan kabupaten Dogiyai, sesuai dengan profesi masing-masing, karena itu harapan kita semua di Dogiyai agar bisa sejajar keberadaannya dengan kabupaten lain di seluruh Indonesia. “Indonesia adalah milik kita bersama apabila ada ancaman terhadap bangsa Indonesia maka bukan berhadapan dengan TNI dan Polri saja, akan tetapi berhadapan dengan seluruh rakyat dan komponen bangsa. Indonesia tidak dapat dirusak dari luar dan bila itu terjadi pasti rakyatnya akan bersatu,  karena rakyat Indonesia memiliki karakter kesatria yang sangat militan dalam mempertahankan kedaulatan NKRI,” lanjut Sekda Natalis.Ia menambahkan, sejarah bangsa Indonesia dapat merdeka karena pemudanya bersatu. Saling bahu membahu, bergotong royong dan menanggalkan segala ego bersama seluruh lapisan masyarakat. Berjuang dalam meraih kemerdekaan Indonesia. Untuk itu, Bupati Carateker mengajak seluruh komponen masyarakat yang ada di kabupaten Dogiyai mari kita bersama-sama mengunakan ikat kepala merah putih untuk berkumpul bersama pada apel gabungan nusantara tersebut. Dan pada tanggal 30 November 2016 ini di lapangan Apel Pemda Dogiyai ini, mereka beri nama nusantara bersatu yang dibacakan LMA Yopi Degei, selanjutnya digelar ibadah dan ucapan syukur serta doa bersama lintas agama yang ada di Kabupaten Dogiyai, yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. (donatus degei)