Anthonius Yerwuan, Pr : Sekarang Mereka Mengemis Suara
MOANEMANI – Pastor Paroki Moanemani, Anthonius Yerwuan, Pr meminta masyarakat Kamu dan Mapia (Kamapi), untuk memilih pemimpin berdasarkan hati nurani sendiri. Masyarakat diharapkan tidak mudah dipengaruhi oleh rayuan penipuan oleh oknum Caleg atau pemimpin siapapun juga.
Bagikan
MOANEMANI – Pastor Paroki Moanemani, Anthonius Yerwuan, Pr meminta masyarakat Kamu dan Mapia (Kamapi), untuk memilih pemimpin berdasarkan hati nurani sendiri. Masyarakat diharapkan tidak mudah dipengaruhi oleh rayuan penipuan oleh oknum Caleg atau pemimpin siapapun juga.
Pastor minta kepada warga Kamu dan Mapia memakai pilosofi “Dou Gai dan Ekowai“ artinya berpikir, melihat dan bertindak. Sehingga nurani suara masyarakat benar–benar memilih pemimpin yang benar. Melihat kesulitan persoalan masyarakat yang ada. Karena suara masyrakat adalah suara Tuhan.Penegasan itu dikemukakan Pastor Paroki St. Maria Imagulata Moanemani dalam kalender liturgi pada bacaan injil Markus. Dua hukum yang utama dan terutama yakni hormatilah orang lain seperti dirimu sendiri. Dan kita percaya kepada Yesus itu dengan segenap hati akal budi dan segenap jiwa mu. Sehingga Yesus pemimpin yang menjadi panutan dalam segala kehidupan. Mencari figur pemimpin yang baik Pastor Paroki Moanemani ini mencontohkan, banyak spanduk, stiker yang dipasang di pinggir Kali Tuka Kamu Moanemani. Pastor menilai dalam visi dan misi mereka kata–katanya menarik perhatian. Mereka promosi diri dengan iklan politik dengan berbagai cara itu.Selain itu pastor juga mencontohkan Caleg pergi ke dukun menanyakan apakah dirinya menjadi dewan atau tidak, nanti jadi pemimpin atau tidak. Menurut pastor, bagi orang katolik menjadi pemimpin yang baik dan dicintai rakyat. Tidak bisa memakai cara seperti itu. Pernah menjadi anggota dewan tanya pastor kapan dia membantu masyarakat, kapan membangun kampung halamannya sendiri. Dimana hasilya ketiga dia menduduki jabatan tertentu. Kata Pastor Anthonius Yerwuan, Pr, sekarang tidak perlu mengemis suara lagi. Tidak perlu lekas ke dukun lagi merebut kepercayaan rakyat tak perlu pakai pola seperti itu lagi.Lanjutnya, tak perlu kita ingat diri kita sendiri, ingat diri adalah sikap cara yang tidak bagus. Kita menghormati orang lain seperti diri kita, lalu masyarakat juga menilai dari sisi dibantu uang sehingga dikatakan baik. Ataupun baju sehingga dibilang baik. “Bukan itu, mengasihi penuh cinta kasih bertanggung jawab, membantu yang lemah beri dukungan penuh. Cara dan sikap seperti itu yang penting dalam hidup manusia. Yang akan menjadi pemimpin dan pernah jadi pemimpin. Jadi pastor lebih kepada menjadi pemimpin, bukan kita bayar jabatan. Tak perlu kita keluarkan uang banyak untuk membeli jabatan atau menjadi anggota DPR. Namun kematangan kedewasaan teruji program dengan cara–cara yang benar untuk memperoleh kedudukan itu,” kata pastor. (Donatus Degei)
Bagikan artikel ini



