PANIAI – Sebelum libur Lebaran, sejumlah kantor di lingkungan Pemerintah Kabupaten Paniai tampak sepi. Tak ada aktivitas sebagaimana biasanya. Ini dikeluhkan salah satu pengusaha yang hendak mengurus suratnya, sulit menemui pejabat di sebuah kantor dinas.   Sudah beberapa kali mendatangi kantor itu, ternyata tak ada pimpinan instansi. “Saya ada urusan, tapi orangnya kosong. Cuma beberapa staf, pejabatnya entah kemana? Parah kalau tiap hari begitu,” keluhnya saat curhat sama beberapa orang di Enarotali, baru-baru ini. “Dorang tiap bulan digaji untuk layani masyarakat. Kami sangat kecewa, karena banyak kantor yang selalu tidak dibuka. Saya tidak mengerti dengan aktivitas pegawai ini. Apakah karena bupati keluar daerah, jadi dorang malas jalankan Tupoksi?,” tuturnya menduga. “Mungkin setelah Bupati sudah tiba di Enarotali barulah mereka muncul seperti sedang aktif kerja. Padahal, cuma mau cari perhatian sama Bupati,” sambungnya penuh kesal. Ketua Dewan Adat Daerah Paniai, John NR Gobay mengaku menerima keluhan itu dari beberapa kalangan. Menurut John, hal demikian seharusnya tidak terjadi, karena alasan Bupati keluar daerah bukan alasan bagi pimpinan SKPD maupun pejabat lain tidak melaksanakan tugas, setidaknya untuk melayani masyarakat yang punya urusan di kantor. “Saya juga lihat kantor-kantor di Madi banyak yang tidak dibuka. Itu orang mau layani rakyat bagaimana? Sementara DPA sudah dibagi, gaji juga jalan, lalu mau apa lagi?. Harusnya di kantor itu ada aktivitas sehari-hari, jangan sama sekali tutup pintu,” kata John kepada media ini di Enarotali. Diharapkan, pimpinan SKPD juga mesti bagi kerja yang jelas kepada para Kepala Bidang dan seterusnya supaya ada kegiatan untuk mendukung terwujudnya visi-misi SKPD yang tentunya disesuaikan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Paniai. “Susah apa, kan dananya ada, juga ada kantor. Bukan seperti kami yang trada kantor,” kata Ketua DAD Paniai.   Ia berharap, pegawai sebagai abdi negara dan masyarakat, mesti kerja, setidaknya masuk kantor agar tidak dinilai sebagai pegawai pemalas. (Eku)