Agustinus Anggaibak : Kita Harus Bangun Papua dengan Hati Nurani

NABIRE - Membangun Papua dengan hati nurani harus dilakukan secara komprehensif dengan pendekatan kesejahteraan dan ketulusan bukan hanya perhitungan komersial, kejujuran, tanggung jawab moral serta penguatan partisipasi untuk memastikan pembangunan yang merata dan inklusif di seluruh pelosok Papua.
Hal ini seperti dikatakan Ketua Asosiasi MRP Setanah Papua, Agustinus Anggaibak S.M, pada Jumat, (31/10/25) lalu saat ditemui Papuapos Nabire di ruang kerjanya.
“Saya hanya mau menyampaikan, imbauan kepada seluruh pejabat, baik di tingkat provinsi atau tingkat kabupaten, kota yang ada di provinsi setanah Papua agar membangun Papua ini dengan hati nurani dan meletakkan sesuatu di atas tanah Papua itu dengan hati Nurani,” ujarnya.
Lanjutnya, kalau bangun Papua ini dengan kepentingan, sampai kapan pun tidak akan maju. Pemerintah pusat berikan anggaran besar juga tidak akan maju, kalau para pemimpin di tanah Papua ini hanya berfikir untuk kelompok, golongan dan kepentingan politik semata. “Kunci untuk membangun Papua ini ada pada orang Papua itu sendiri," katanya.
Ditambahkannya, kalau orang Papua itu betul-betul merasa orang Papua, maka akan meletakkan sesuatu yang benar dengan hati nurani, maka pembangunan Papua ini akan terbuka dan akan dibangun dengan baik.
“Karena orang lain tidak mungkin datang mau bangun orang lain. Hanya kita yang bisa membangun. Oleh karena itu, saya minta para gubernur, para bupati di seluruh wilayah Papua harus berkomitmen membangun daerahnya masing-masing,” harapnya.
Uang yang ada itu untuk dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur, membangun ekonomi, pendidikan, kesehatan supaya benar-benar Papua ini maju. Jadi jangan berpikir bahwa nanti orang Jakarta datang bangun Papua, tidak, hanya orang Papua yang bisa bangun.
“Jangan para gubernur, para bupati hanya seenaknya mereka mau buat apa, tidak boleh dengan kepentingan ini itu dan kepentingan kelompok, kepentingan golongan dan kepentingan politik tinggalkan," tegasnya
Imbuhnya, kita ditugaskan oleh Tuhan dan rakyat Papua ini untuk membangun tanah Papua, membangun rakyat Papua dari semua sektor. Memimpin Papua harus betul-betul dengan hati nurani yang Tuhan berikan, jadi jangan asal-asal saja, karena pemimpin itu hadir sebagai pelayan.
“Seharusnya pemimpin itu punya otak yang sama, konsep yang sama. Kita ini pelayan, kita dihadirkan oleh rakyat dan oleh Tuhan untuk melayani seluruh lapisan masyarakat yang hidup di atas tanah Papua ini,” pungkasnya.(rob)
Bagikan artikel ini



