DOGIYAI - Caleg PPP Dapil II Kabupaten Dogiyai Nomor Urut 1, Agus Tebai, S.Sos, menilai Pemilu Legislatif (Pileg) di Dapil II Kabupaten Dogiyai yang meliputi Distrik Kamuu Utara, Kamuu Timur dan Mapia Tengah, tidak sesuai aturan dan tidak sesuai dengan keinginan masyarakat.  Dikatakan Agus Tebai, masyarakat yang memiliki hak untuk memilih datang ke TPS dan memberikan hak suaranya pada tanggal 9 April 2014, sampai saat ini bermasalah. Karena ada oknum tertentu mengatasi dengan kekerasan parang panjang, sehingga masyarakat takut datang ke TPS. Padahal masyarakat mempunyai hak untuk memilih dalam Pileg yang adil, jujur dan rahasia.“Beberapa masalah terjadi di lapangan selama pemilihan, ada beberapa masalah yang disoalkan dalam masyarakat kampung Dapil II Kamuu Utara, Kamuu Timur dan Mapia Tengah. Terjadi masalah partaiisme, daerahisme, margaisme. Orang yang berpendidikan mengajak dengan parang panjang jaga setiap TPS di kampung, maka masyarakat takut datang untuk memilih. Yang ketiga politik bermain dengan harta benda dan kekayaan,” tuturnya.Tak hanya itu, diduga ada oknum PNS dan oknum pemerintah kampung memihak Caleg DPRD tertentu, padahal mereka seharusnya netral. Masalah lainnya, lanjut Agus Tebai, PPS, TPS, KPPS diduga menjadi jaringan kepentingan selama pemilihan. Setiap TPS belum hitung suara dan PPS lansung bahwa ke PPD, sampai PPD juga belum pleno langsung bahwa ke KPU.“Saya melihat kepentingan tertentu bermain. Ada juga Caleg berkoalisi dengan partai lain di tingkat PPD. Padahal dengan aturan yang sebenernya dari tingkat TPS koalisi partai lain antara paretai lain,” katanya.Lanjutnya, beberapa masalah terjadi dengan rekapan C1 pasti masyarakat korbang karena banyak yang terjadi cap buatan rekapan C1  fhoto copy. PPS diduga memihak kepada Caleg DPRD dan pleno PPD tidak pernah dihitung suara di tingkat PPD, apa lagi bagi dirinya juga tidak tahu sama sekali sampai saat ini. “Dari kampung yang memberikan suara untuk saya sampai saat ini saya tak tahu suara jumlah keseluruhan saya dapat pada Dapil II, karena tidak pernah pleno di PPD maka saya curiga bermain kepentingan atau belum sosialisasi dari KPU,” tambahnya.Dengan banyaknya permasalahan yang terjadi di tingkat TPS, dirinya menuntut untuk Dapil II dilakukan pemilihan ulang. Karena pemilihan yang digelar sebelumnya tak sesuai dengan keinginan masayarakat. (ist)