Adriana Sahempa Bantah Komentar Hengky Kegou
NABIRE – Anggota Komisioner Bawaslu Nabire, Adriana Sahempa mengklarifikasi (bantah, red) komentar Ketua Tim Koalisi Nabire Hebat, Hen
NABIRE – Anggota Komisioner Bawaslu Nabire, Adriana Sahempa mengklarifikasi (bantah, red) komentar Ketua Tim Koalisi Nabire Hebat, Hengky Kegou, seperti diberitakan media ini edisi Kamis (26/11) dengan judul “Nabire Hebat Tidak Melakukan Kekerasan”.
Ada sejumlah komentar yang disampaikan Hengky Kegou yang mengatasnamakan dari komentar dirinya, kata Adriana Sahempa, ada yang tidak benar.
“Saya klarifikasi komentar Hengky Kegou yang mengatakan bahwa saya menanyakan KTP dari warga di posko darurat ternyata tidak ber KTP Nabire.
Saya tidak pernah mengeluarkan kata bahwa mereka bukan orang Nabire.
Saya tidak pernah mengeluarkan kata bahwa mereka tidak mempunyai KTP Nabire.
Karena KTP yang mereka janjikan untuk kasih ke saya, sampai hari ini belum dikasih,” tutur Adriana Sahempa saat menghubungi media ini, kemarin.
Adriana Sahempa, menceritakan kronologis peristiwa pada hari Minggu (15/11) lalau.
Kata dia, sekitar pukul 9 pagi, dirinya tiba di posko putaran dua Kalibobo.
Sampai di sana dirinya bertemu dengan beberapa orang, dan dirinya sempat menanyakan bapak-bapak yang ada di posko itu berasal dari mana.
Mereka yang ada di posko menjawab jika mereka dari Paniai namun sudah satu tahun tinggal di Nabire.
Mereka mengaku tinggal di RT 16.
“Saya tidak sempat bertanya siapa namanya, cuma memang mereka ada beberapa orang di dalam posko tersebut.
Kemudian saya sampaikan bahwa bapak bolehkan saya lihat KTP bapak dorang.
Untuk saya memastikan apakah bapak dorang ini termasuk dalam DPT atau tidak.
Mereka bilang, KTP ada di rumah,” ujar Adriana menceritakan.
Lantaran harus kembali ke Bandara untuk menjemput pimpinannya dari provinsi, Adriana menyampaikan kepada mereka yang di posko pada siang harinya akan kembali untuk mengecek atau mengambil KTP bapak-bapak yang ada di posko itu.
“Kalau bisa bapak-bapak fotocopy, kasih saya fotocopynya untuk saya mengecek ke DPT apakah bapak-bapak ada dalam DPT atau tidak.
Supaya apabila ada masyarakat yang bertanya keberadaan bapak dorang di sini, saya bisa memberikan jawaban.
Seperti itu, itu statemen saya,” ujar Adriana menceritakan kepada media ini.
Dan hal itu, kata Adriana, juga sudah dirinya sampaikan ketika pihak dari Paslon nomor urut 2 datang menyampaikan aspirasi di Kantor Bawaslu Nabire.
Lanjutnya, setelah dirinya menjemput pimpinan di Bandara dan telah mengantar ke Hotel, kemudian dirinya menuju ke Jayanti untuk mengecek salah satu posko yang ada di daerah itu.
Sesampai di sana, dirinya mendapati poskonya kosong tidak ada orang.
“Lanjutlah saya pergi ke Kalibobo untuk mengambil KTP yang sudah tadi saya janjikan untuk akan ambil.
Ternyata ketika saya kesana balik, sudah banyak orang di sana, sekitar 10 sampai 15 orang dalam satu tenda.
Waktu saya minta KTP seperti yang tadi dijanjikan, disitulah ada satu orang dari mereka yang bersuara agak keras.
Akhirnya karena kami berdebat-berdebat, saya pikir saya perempuan sendiri, walaupun saya datang dengan ajudan dan juga dengan salah satu staf, saya mengalah akhirnya saya balik ke kantor.
Sampai hari ini saya tidak dapat KTP yang membuktikan mereka itu orang Nabire atau bukan,” paparnya. (ros)
Bagikan artikel ini



