DEIYAI - Sebanyak 300 unit rumah rakyat di kabupaten Deiyai akan dapat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada tahun 2017. BSPS pada tahun 2017, Kabupaten Deiyai ini terhambat karena tarik menarik antara dua dinas di Deiyai, yakni Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinkessos). Sehingga, bantuan BSPS bagi rakyat di Deiyai jadi terhambat.Koordinator Fasilitator (Korfas) BSPS Kabupaten Deiyai, Pauber Pekei mengatakan, kami menjalankan rehabilitasi perumahan rakyat sebanyak 300 unit rumah rakyat. Dan saat ini kami sedang melaksanakan spesimen bank  sebanyak tujuh kampung yang ada di Kabupaten Deiyai, diantaranya Kampung Waghete I, Waghete II, Ayetei, Widimei, Damabagata, Watiyai, Edagotadi. “Kami akan melakukan perehapan rumah dengan alokasi jumlah bantuan 300 unit rumah, sebanyak 7 kampung yang ada di 3 distrik, yakni Distrik Tigi, Kampung Waghete I dan Waghete II. Sedangkan Distrik Tigi Barat, Widimei dan Ayatei. Dan Distrik Tigi Timur, Kampung Damabagata, Watiyai, dan Edagotadi,” ungkap Pauber Pekei, Sabtu (4/11).Lanjut Pekei, pekerjaan ini bukanlah hal yang mudah untuk dilaksanakan dengan sebaran 7 kampung penerima BSPS tahun 2017 ini. Selain itu, adanya keterlambatan menjalankan kegiatan ini karena terjadi miskomunikasi antara dua dinas di Kabupaten Deiyai yakni DPU dan Dinkessos Kabupaten Deiyai. Sehingga kami baru sebulan mendapatkan Surat Tugas dari Kasatker SNVT penyediaan perumahan Provinsi Papua pada bulan Oktober lalu. “Jadi kegiatan rehabilitasi 300 unit rumah rakyat ini harus selesai pada bulan Desember mendatang,” katanya.(ris)