NABIRE – Dua jembatan masing-masing jembatan Dune dan Edege di Distrik Kamu Utara, Kabupaten Dogiyai terputus gara-gara dihantam banjir besar. Akibatnya, aktifitas masyarakat di Distrik Kamu terhenti. 

Menurut Alpons Pigay, mahasiswa asal Kampung Mogotadi, Distrik Kamu Utara di Nabire, Rabu (31/5) mnjelaskan akibat luapan banjir yang terjadi sepanjang malam, Senin (8/5) lalu, dua jembatan terputus tanpa bekas. Akibat dari musibah tersebut, aktifitas masyarakat, pelajar bahkan pegawai negeri terhenti. Masyarakat tidak bisa ke luar dari Kampung Pugatadi ke Moanemani dan kantor distrik di Idakebo. Demikian juga halnya pelajar dan pegawai, tidak ke sekolah dan kantor. Sebab, banyak pelajar dan pegawai yang tinggal di Pugatadi dan Yametadi.

Dua jembatan tersebut berada di jalan antar kabupaten yakni Kabupaten Dogoyai dan Paniai. karena jalan tersebut menghubungkan Kabupaten Paniai dari Kampung Idakebo, Kabupaten Dogiyai melalui beberapa kampung seperti Kampung Pugatadi-Yametadi ke Distrik Obano, Kabupaten Paniai.

Mahasiswa yang ikut prihatin dengan penderitaan masyarakatnya di kampung ini menambahkan, selama masyarakat belum membangun jembatan darurat, banyak pelajar tidak bisa ke sekolah di Idakebo dan Moanemani. Demikian juga dengan pegawai negeri yang tinggal sebelah dua jembatan tersebut. Masyarakat tidak bisa keluar masuk karena dua jembatan penghubung tersebut terputus dan terbawa arus banjir.

Dua jembatan tersebut terputus karena terbawa banjir kali Dune yang bersumber dari atas dari Kampung Godide dan kali Edege yang bersumber di atas Kampung Mogokigi banjir besar. Sekalipun banjir besar, menurut Alpons, lahan usaha seperti kebun masyarakat setempat tidak terganggu.

Alpons menambahkan, untuk mengatasi kondisi kesulitan tersebut, msyarakat sudah membangun jembatan darurat secara swadaya agar aktifitas masyarakat normal kembali.

Menurutnya, sekalipun warga sudah membangun jembatan darurat, jembatan tersebut hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Sedangkan roda empat tidak bisa dilalui.

Oleh sebab itu, Alpons mewakili warga di Kampung Pugatadi, Mogopkigi dan Yametadi meminta agar pemerintah daerah memperhatikan dua jembatan tersebut untuk membangun kembali jembatan yang bisa dilalui kendaraan roda empat. (ans)