MOANEMANI – Moanemani sebagai daerah yang dingin, dinilai cocok untuk mengembangkan ternak kelinci.

  Ditambah lagi, untuk beternak kelinci tidak perlu mengeluarkan banyak biay adan energi.

 Baik remaja maupun orang tua bisa saja beternak kelinci ini. Hal ini seperti dikatakan oleh Yulianus Kuwayo.

 Dirinya menyebut, beberapa kampung yang biasa untuk beternak kelinci diantaranya di Mapia, Timepa, Obaikagopa, serta Bomomani.

 Sedangkan  untuk di Moanemani seperti di Kampung Mauwa, Didadagi, dan Egebutu.

 Untuk beternak kelinci, kata dia, bisa dilakukan dengan memanfaatkan lantai rumah tinggal.

 Sedangkan untuk di Mapia, dalam kandang yang tertutup.

 “Kelinci juga bisa gali tanah keluar masuk dari dalam tanah.

 Dagingnya seperti kus-kus, enak dikomsumsi warga.

 SMK Negeri 1 Dogiyai Jurusan Peternakan boleh saja kembangkan di sekolah.

 Ini adalah salah satu cara mendatangkan uang, keuntungan yang lebih cepat,“ ujarnya.

 Lebih lanjut dikatakan, sekarang ini harga kelinci per ekor mencapai 600 ribu rupiah.

 Jika kita beternak 20 ekor saja, bisa dihitung keuntungan yang bisa didapat.

 Apalagi jika kita beternak mencapai ratusan ekor kelinci.

 “Termasuk hitungan anak kelinci satu ekor sekarang 300 ribu rupiah,” tambahnya.

 Dalam diskusi bersama Kabid Yulianus Kuwayo, di Moanemani rumput yang cocok menjadi makanan kelinci cukup banyak.

   “Tidak terlalu repot bila dikerjakan.

 Tempo dulu orang tua cari kus-kus selama sembilan bulan di hutan untuk dapat enam puluh bungkus.

 Tadah dingin dan lapar.

 Kelinci piara di rumah saja, tidak juga bepergian jauh.

 Dari hasil kelinci bisa pergi kuliah.

 Pengalaman disertai pendidikan sangat penting, siswa mulai belajar sibuk sendiri.

 Sekarang kus–kus habis ganti dengan kelinci, ada yang harus dikembangkan,” ujarnya. (don)