NABIRE - Ketua Panitia Festival Budaya Pranata Adat untuk Perdamaian Kabupaten Nabire tahun 2018  serta Pameran Pembangunan Perempuan Papua, Yufinia Mote, S.SiT, ketika membacakan laporan ketua panitia pelaksanaan festival, Senin (6/8), di Taman Gizi Oyehe mengatakan, heterogenitas sosial baik secara langsung atau tidak langsung dapat memberi kontribusi positif pada upaya peningkatkan kesejahteraan masyarakat.Dikatakan, Festival Budaya untuk Perdamaian dan Pameran Pembangunan Perempuan Papua adalah upaya nyata dari pemerintah, dalam upaya mempromosikan dan membantu pemasaran hasil produksi (kerajinan) perempuan Papua untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Lanjutnya, tujuan pelaksanaan kegiatan kegiatan pranata adat melalui Festival Budaya untuk Perdamaian dan Pameran Pembangunan Perempuan Papua adalah untuk mempromosikan dan mengangkat kearifan adat dan budaya lokal. Selanjutnya, menempatkan pranata adat sebagai alat pemersatu bangsa. Mengembangkan kreatifitas masyarakat melalui adat dan budaya, mempromosikan hasil karya perempuan dari semua distrik yang ada di Kabupaten Nabire. Bantuan pemasaran hasil produksi karya perempuan Papua yang ada di Nabire. Terkait dengan festival budaya akan dilaksanakan mulai sejak Senin (6/8) sampai dengan Selasa (7/8) bertempat di Taman Gizi Oyehe Kabupaten Nabire, sedangkan untuk Pameran Pembangunan Perempuan Papua di Nabire akan dilaksanakan sejak Senin (6/8) sampai dengan Kamis (9/8) di tempat yang sama. Kata Yufinia, pameran pembangunan perempuan Papua dengan jumlah peserta sebanyak 15 distrik yang ada di Kabupaten Nabire dan sejumlah Sanggar Kreatif yang ada di Nabire. Selain Pameran Pembangunan Perempuan Papua, panitia Festival Budaya untuk Perdamaian juga mengadakan lomba Yospan Jalan dengan jumlah peserta sebanyak 46 group, Lomba “Kaido” (alat musik tradisional) dengan jumlah peserta 7 group, lomba dayung perahu tradisional sebanyak 16 group, serta festival tarian daerah sebanyak 5 group. Selaku ketua panitia, dirinya juga menghimbau kepada seluruh perempuan Papua yang ada di Nabire untuk memanfaatkan moment pameran pembangunan perempuan Papua sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas perempuan, guna meningkatkan kreatifitas dan produktifitas hasil karya perempuan dengan mengangkat budaya wilayah masing-masing untuk meningkatkan kualitas ekonomi keluarga. (cad)