Perseteruan KAPP Papua Tengah Berakhir, Dua Kubu Sepakat Bersatu di Bawah Fience L. Mofu
Dualisme kepemimpinan Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) Provinsi Papua Tengah antara kubu Fience L. Mofu dan Yosephina Pigai resmi berakhir. Kedua belah pihak sepakat menyatukan organisasi dan menetapkan KAPP Papua Tengah berada di bawah kepemimpinan Fience L. Mofu.

NABIRE – Dualisme kepemimpinan Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) Provinsi Papua Tengah antara kubu Fience L. Mofu dan Yosephina Pigai resmi berakhir. Kedua belah pihak sepakat menyatukan organisasi dan menetapkan KAPP Papua Tengah berada di bawah kepemimpinan Fience L. Mofu.
Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan para pengusaha Papua yang digelar di Pantai Wisata Budi, Kampung Waharia, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Jumat (21/8/2026). Pertemuan ini menjadi momentum konsolidasi untuk menyatukan kembali seluruh pelaku usaha Orang Asli Papua (OAP) dalam satu wadah.
Melalui kesepakatan ini, seluruh jajaran pengurus berkomitmen menanggalkan perbedaan demi kepentingan yang lebih besar, yakni pemberdayaan ekonomi masyarakat adat Papua Tengah.
Ketua KAPP Papua Tengah, Fience L. Mofu, menyampaikan bahwa proses rekonsiliasi ini tidak lepas dari peran Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang aktif memediasi kedua belah pihak. Menurutnya, penyatuan ini merupakan langkah terbaik yang patut disyukuri.
Fience menegaskan bahwa ke depan tidak ada lagi sekat atau klaim sepihak yang dapat menghambat roda organisasi.
"Semua yang terjadi bukan kebetulan, melainkan bagian dari rencana Tuhan. Kami tegaskan bahwa hari ini KAPP Papua Tengah sudah tidak ada dualisme lagi. Organisasi ini telah sah menjadi satu kepengurusan yang solid," ujar Fience kepada awak media.
Ia menambahkan, setelah persoalan ini tuntas, KAPP Papua Tengah siap menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Wadah ini diharapkan dapat mendorong berbagai program pembangunan ekonomi daerah, khususnya dalam memajukan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) milik masyarakat OAP.
Meski demikian, Fience menggarisbawahi pentingnya komitmen dan perhatian berkelanjutan dari pemerintah daerah terhadap keberadaan wadah pengusaha adat tersebut.
"Kami sangat mengharapkan perhatian penuh dari pemerintah daerah agar organisasi ini tidak terombang-ambing," tuturnya.
Sementara itu, Yosephina Pigai, S.Sos., yang sebelumnya memimpin kubu berseberangan, menyambut hangat persatuan ini. Ia mengimbau seluruh pemangku kepentingan untuk membuka ruang kerja sama yang adil bagi para pengusaha Papua.
"KAPP Papua Tengah sudah bersatu. Saya berharap hak-hak pengusaha adat dapat diberikan secara adil sehingga kita semua bisa bergandengan tangan membangun Papua Tengah," kata Yosephina.
Bagikan artikel ini



