DIYEUGI - Yopi Magai, yang merupakan guru honor di SD Negeri Inpres Diyeugi, Distrik Mapia Tengah, Kabupaten Dogiyai, menduga ada dana BOS 3 triwulan sekolah ini telah dibawa kabur.

    Dirinya menduga ada keterlibatan oknum kepala sekolah dan bendaharanya.

   “Oknum ini sudah satu tahun delapan bulan kabur, setelah mendapat dana Bos tiga triwulan,” ujarnya.

    Terkait dengan dugaan dibawa kaburnya dana BOS sekolah ini, lanjut Yopi Magai, orang tua murid dari tiga kampung, yakni Diyeugi, Diyoto dan Kampung Wneuwo, bersama  lima orang guru honor telah menggelar pertemuan.

    “Sementara anak–anak didik tidak belajar.

     Belum ada kegiatan belajar mengajar.

     Satu tahun delapan bulan sekolah tutup.

     Sementara sekolah di pedalaman kami belajar mengajar seperti biasa, walaupun dalam masa pandemi Covid-19,” ujarnya.

     Lanjut Yopi Magai, setelah dilakukan pertemuan, disepakati pihaknya akan melaporkan kepada pihak keamanan.

     Tambah jebolan DII Fakultas Pendidikan Unima Manado ini, secara tertulis pihaknya siapkan untuk melaporkan persoalan ini kepada pihak tertentu.

     “Sekolah itu selama kepala sekolah tinggalkan sekolah, metode pembelajaran K-13 belum diterapkan.

     Katanya, setiap sekolah seharusnya ada paling sedikit dua orang guru tetap.

     Untuk mengimbangi kualitas sekolah.

     “Sementara ini BPK ada di Kabupaten Dogiyai ada pemeriksaan. Ada pikiran beranikan diri melaporkannya,” kata dia. (don)