NABIRE – Yohan Wanaha dan Elon Raiki dengan diantar Kepala Suku Besar Wate, Alex Raiki dan para pendukungnya, Selasa (9/5/23), mendatangi Kantor Kesbangpol Nabire untuk mendaftarkan diri menjadi calon anggota Majelis Rakyat Papua (MRP). Kedua calon itu, Yohan Wanaha dan Elon Raiki, telah ditunjuk oleh Kepala Suku Besar Wate untuk menjadi perwakilan dari lembaga adat Suku Wate untuk mengikuti seleksi anggota MRP.

Dikatakan salah satu pendukung, dirinya berterimakasih kepada kedua calon yang ditunjuk untuk mewakili suku besar Wate untuk maju sebagai anggota MRP.

Sementara itu, Yohan Wanaha mengatakan, dirinya dengan jabatan sebagai kepala suku Kampung Oyehe menyampaikan terimakasih kepada seluruh masyarakat adat Suku Wate dari Kamarisano, Totoberi sampai di Kampung Sima. Dirinya juga berterimakasih kepada Kepala Suku Besar Wate, Alex Raiki, ketua penasehat Suku Wate, Daniel Mandiwa, Sekretaris Umum Suku Besar Wate, Otis Muney, Wakil Kepala Suku Wate, Daut Raiki dan semua rekan kerjanya 10 suku kampung dan pengurus BMA SW Suku Wate Kabupaten Nabire. 

“Hari ini saya secara pribadi memohon doa restu dan dukungan karena hari ini saya akan mendaftarkan diri maju sebagai calon anggota MRP Provinsi Papua Tengah,” ujarnya. 

Kata dia, kerja-kerja adat itu sudah menjadi prioritasnya selama kurang lebih 5 tahun menjabat sebagai Kepala Suku Oyehe. Hari ini dirinya maju dengan visi misi dengan memperjuangkan hak-hak adat, masyarakat adat Suku Besar Wate Kabupaten Nabire dan juga kepada 6 suku pesisir yang ada di Kabupaten Nabire, yang mana ke depan supaya adat ini harus dijunjung tinggi berdasarkan Undang-Undang Otsus. 

Selain itu, katanya, provinsi baru ini kita harus menata mulai dari bawah yaitu fondasi adat. Ketika adat ini masyarakatnya sudah bisa sinerji, hak-hak mereka bisa diakomodir secara baik, kedepan pemerintah tidak akan susah untuk membangun. Karena pasti ada saling koordinasi untuk kerja sama.

“Itu menjadi dasar kedepan apa yang menjadi keinginan masyarakat adat di Provinsi Papua Tengah itu menjadi tanggung jawab kami untuk tetap memperjuangkan hak-hak dasar kultur, adat budaya, masyarakat adat secara khusus wilayah adat Saireri 2 dan 4 kultur budaya besar yang ada di Provinsi Papua Tengah yaitu kultur budaya Saireri 2 Nabire dan kultur budaya Meepago, kultur budaya Lapago dan kultur budaya Bomberai,” ujarnya.

Hal ini, kata dia, menjadi tanggung jawabnya dirinya sebagai salah salah satu calon anggota MRP. Jika nanti dirinya terpilih, akan komitmen dan bekerja untuk memperjuangkan hak dasar masyarakat adat di Provinsi Papua Tengah yang ada kaitannya dengan 4 kultur tadi.

Calon anggota MRP lainnya, Elon Raiki, mengatakan, hari ini Kepala Suku Besar Wate Kabupaten Nabire melalui Badan Musyawarah Adat Suku Wate Kabupaten Nabire akan mendaftarkan dirinya mewakili Suku Wate sebagai calon anggtota MRP Provinsi Papua Tengah. Atas nama pribadi dan keluarga dan atas nama Suku Besar Wate Kabupaten Nabire, Elon Raiki direkomendasikan.

Lanjutnya, lembaga MRP merupakan reprentasi kultur. Dimana lembaga ini akan bekerja maksimal untuk mempersiapkan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Provinsi Papua Tengah. Sekaligus lembaga ini bekerja untuk melindungi hak-hak dasar Orang Asli Papua (OAP).

“Mewakili masyarakat Wate Kabupaten Nabire atas nama pribadi dan keluarga saya berjanji, apa bila saya terpilih dan duduk di lembaga ini saya akan bekerja maksimal dan mengutamakan kepentingan negara dan pemerintah di atas kepentingan pribadi dan golongan,” ujarnya. (rob)