Yayasan Rumsram Bersama UNICEF Membawa Kemampuan Baca Tulis Bagi Kelas Awal di Nabire
NABIRE - Belum lama ini Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Yulianus Pasang, S.Pd, M.Pd secara resmi membuka kegiatan Program Organisasi Penggerak (POP) baca tulis bagi kepala sekolah (Kepsek) dan guru di 15 SD yang ada di Kabupaten Nabire.

NABIRE - Belum lama ini Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Yulianus Pasang, S.Pd, M.Pd secara resmi membuka kegiatan Program Organisasi Penggerak (POP) baca tulis bagi kepala sekolah (Kepsek) dan guru di 15 SD yang ada di Kabupaten Nabire.
Kegiatan POP ini merupakan salah satu program Badan Pendidikan Dunia (UNICEF) yang bekerja sama dengan Yayasan Rumsram yang berkedudukan di Kabupaten Biak dan kini melakukan pelatihan baca tulis bagi 15 SD.
Dari hasil kegiatan baca tulis yang dimotori Yayasan Rumsram ini berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan pihak SMERU, UNCEN, UNIPA dan pihak BPS yang ada di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat pada tahun 2012 lalu.
Hasil dari penelitian itu telah ditemukan fakta bahwa banyak guru yang meninggalkan sekolah serta tidak melaksanakan tugas mengajar di sekolah (guru mangkir) dalam waktu yang cukup lama. Terutama di daerah pegunungan dan pesisir pantai Papua dan Papau Barat.
“Akibat tingginya guru mangkir tersebut berdampak pada layanan pendidikan kepada anak-anak yang bersekolah di SD,” kata Peneliti Utama Baca Tulis Yayasan Rumsram, Noak Korwa kepada Papuapos Nabire, Kamis (21/10) di Kampung Kimi.
Dan dari hasil penelitian itu, perwakilan UNICEF Indonesia, Angela Keanev mengatakan, studi ini menunjukan bahwa terdapat korelasi jelas antara ketidakhadiran guru dan rendanya kehadiran siswa serta tingkat putus sekolah dan rendahnya tingkat miliki huruf di tengah masyarakat.
Fakta lain dari hasil penelitian itu ditemukan banyak siswa sekolah dasar (SD) tidak bisa membaca, menulis dan menghitung (3M) yang merupakan kemampuan dasar seorang anak untuk mengembangkan pendidikannya menuju masa depan yang gemilang.
Dari keprihatinan itu UNICEF bersama Yayasan Rumsram melakukan kegiatan pelatihan baca tulis bagi 15 SD yang ada di Kabupaten Nabire, Teluk Saireri, Provinsi Papua. Guna penguatan baca tulis bagi para peserta didik tingkat SD yang ada di daerah ini.
Dan program 3M di daerah tertinggal, terluar dan terpencil (3T) sesungguhnya merupakan salah satu program yang telah lama diprogramkan Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire. Namun dengan kehadiran Yayasan Rumsram yang didukung oleh UNICEF, diharapkan membawa perubahan besar bagi peserta didik tingkat SD. Sebab ada indikasi siswa kelas atas bahkan sejumlah siswa SMP kelas I yang ditemukan belum lancar membaca. Dengan demikian literasi baca tulis sangat penting dilaksanakan bagi Kepsek dan guru. (des)
Bagikan artikel ini



