*Bupati : Program MBG Wujudkan Indonesia Emas 2045

NABIRE - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nabire ‘Dapur Mama Kita’ Siriwini 002 Yayasan Anak Papua Tengah Hebat (YAPTH), yang beralamat di Jalan R.E. Martadinata Siriwini Nabire menggelar ‘Grand Opening’ Makan Bergizi Gratis (MBG) Kamis (20/11/25). 

Turut hadir dalam pelaksanaan kegiatan itu, perwakilan Forkopimda Nabire, anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Amirullah Hasyim, S.IP.,MM, Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Nabire La Halim, S.Sos sekaligus mewakili Bupati Nabire Mesak Magai, S.Sos., M.Si, Manager Mahavira Hotel Justin Mahavira, Kepala Dinas Pendidikan Nabire, Dra. Dina Pidjer, Kepala DLH Kabupaten Nabire, Arfan Natan Palumpun, ST., MT, Korwil MBG Nabire Marsel Asyerem, Kepala SPPG Sunaryo Mad Arab, S.Kom., M.Han, Sekretaris Yayasan YAPTH Simson Semuel Hwat Dasnareb, S.Hut., MP, para Kepala Sekolah serta undangan lainnya.  

Dalam sambutannya, Bupati Kabupaten Nabire yang diwakili Asisten I Setda Nabire La Halim mengatakan, Dapur Mama Kita 002 Siriwini merupakan dapur yang kesekian kalinya dilaunching di Nabire. Berbicara soal MBG, untuk realisasinya saat ini, yang masih kendala di Nabire adalah daerah-daerah atau distrik-distrik yag berada di kepulauan dan pegunungan. 

Hal inilah yang harus menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bersama pemerintah, BGN dan Korwil MBG Nabire untuk secepatnya bisa direalisasikan. “Anak-anak kita masih ada yang belum bisa menikmati MBG, seperti di daerah Wapoga, Teluk Umar, Dipa, Menou dan sejumlah sekolah lainnya. Ini yang perlu kita pikirkan secepatnya dan kalau kita kakuh dalam aturan, yang seharusnya MBG ini harus tiba tiga puluh menit sebelum dinikmati oleh akan-anak kita di sekolah-sekolah atau penerima manfaat, bagaimana dengan anak-anak kita yang ada di daerah distrik seperti yang saya sebutkan tadi,” ungkap La Halim. 

Oleh karena itu, dibutuhkan kebijakan dan tetap melakukan koordinasi dengan Tim Satgas MBG Kabupaten Nabire, sehingga program Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto ini bisa terwujud sampai ke pelosok-pelosok. 

Intinya bahwa program MBG ini adalah untuk meningkatkan kualitas gizi anak dan untuk mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045. “Semua tergantung dari kita, tidak mungkin terwujud Indonesia emas di 2045. Jika kita tidak bisa bersinergi, kita harus saling bahu membahu untuk mewujudkan program MBG ini, karena memang kita tahu bahwa tantangannya luar biasa, tetapi sepanjang kendala atau hambatan tersebut bisa kita atasi bersama, saya yakin program MBG di wilayah Nabire akan terwujud dengan baik,” ujarnya. 

Kata La Halim, dengan di-launchingnya Dapur Mama Kita Siriwini 002 untuk program MBG di Nabire, akan menambah dan mempercepat pelayanan MBG untuk penerima manfaat di Nabire. 

Sehingga, akan lebih memotivasi Dapur-dapur lainnya untuk segera malakukan pembagunan dapur sesuai standar yang diberikan, demi kemajuan bangsa, lebih khusus kepada kemajuan generasi emas saat ini. 

Menurutnya, dengan akan adanya dapur-dapur MBG di Nabire, harus juga diimbangi dengan ketersediaan bahan makanan untuk program MBG ini. Sehingga, jangan ketika dapur-dapur MBG ini bermunculan dan pastinya akan banyak, tidak tersedia stok bahan MBG di Nabire. Ini persoalan yang juga harus dipikirkan saat ini, karena waktu terus berjalan. 

“Kalau semua ingin bangun dapur MBG, terus siapa yang menyiapkan bahan bakunya, ini bisa dibayangkan. Kalau satu hari seumpamanya dilayani satu Nabire ini, sekitar ton telur misalnya, sekian ton ayam misalnya, terus siapa yang menyiapkan itu. Oleh karena itu, yang punya kepentingan urus dapur, dia urus dapur, yang punya kepentingan urus bahan baku, ya dia urus bahan baku, kita pergunakan lahan-lahan kosong untuk kita tanam sayur, tomat, cabe dan lain sebagainya, kita buat peternakan-peternakan, sehingga ini bisa berkesinambungan,” cetusnya.

Sementara itu, Sekretaris YAPTH Simson Semuel Hwat Dasnareb, S.Hut., MP dalam sambutannya mengatakan, secara akademis gizi merupakan fondasi utama tumbuh kembang anak. Penelitian dalam bidang pendidikan dan kesehatan menunjukkan status gizi menentukan perkembangan kognitif, daya konsentrasi dan kemampuan belajar. Oleh karena itu, pemenuhan gizi tidak sekedar aspek kesehatan, tetapi merupakan komponen strategis dalam pembangunan manusia. 

“Dapur Mama Kita 002 Siriwini hadir bukan sebagai kegiatan biasa, tetapi sebagai perwujudan nyata dari kebijakan nasional yang menempatkan gizi sebagai fondasi SDM unggul. YAPH berupaya memastikan, bahwa kebijakan nasional ini benar-benar menyentuh masyarakat, terutama anak-anak Papua yang membutuhkan dukungan gizi untuk masa depan mereka,” kata Simson. 

Hal senada juga dikatakan Kepala SPPG YAPTH Nabire Siriwini 002, Sunaryo Mad Arab, S.Kom., M.Han, yakni kehadiran Dapur Mama Kita 002 Siriwini, untuk meningkatkan kualitas SDM anak-anak Papua, melalui program MBG untuk para peseta didik di sejumlah sekolah. Sehingga, gizi merupakan salah satu faktor untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak. 

Katanya, melalui launching Dapur Mama Kita 002 Siriwini Nabire, diharapkan tidak boleh ada lagi anak Papua yang kekurangan gizi. Sehingga, anak –anak Papua dapat mengembangkan potensi diri secara optimal, sehat, berkarakter dan berdaya saing dimasa depan, melalui program MBG yang di canangkan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.(cad)