NABIRE – Rabu, 24 Juni 2015 di Aula Bappeda Kabupaten Nabire digelar kegiatan lokakarya pengelolaan program perikanan berkelanjutan di Kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC). Mewakili Plh Bupati Nabire, Kepala Bappeda membuka dengan resmi kegiatan lokakarya tersebut. Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Balai Kawasan TNTC, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Nabire, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Teluk Wondama serta para peserta yang mengikuti kegiatan lokakarya itu. Kepala Bappeda Nabire Frence The dalam sambutan singkatnya menyampaikan, kita mengatur persepsi bersama walaupun ada dua provinsi dan ada dua Kabupaten di tanah Papua ini yang mengelola TNTC untuk membicarakan kelanjutan kawasan ini dalam zona-zona yang akan kita programkan dalam rangka kelestariannya dan juga kesejahteraan masyarakat setempat.Di kesempatan yang sama, Kepala Pengelola Balai TNTC Herman Orisu mengatakan konservasi itu banyak orang memaknai bahwa seolah-olah koservasi itu indentik dan melarang. Tetapi kita mendasari  konservasi  itu  ada empat hal penting yakni aspek perlindungan, aspek pengawetan, aspek lestorasi dan aspek pemanfatan untuk berkelanjutan.Dikatakan Herman, TNTC merupakan salah satu kawasan konservasi terluas di Indonesia dan TNTC ditetapkan sebagai wilayah konservasi berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 8009/Kpts-II/ 2002 tanggal 29 Agustus 2002 dengan luas wilayah 1.453.500 ha dan 89,9% merupakan laut. Luasan kawasan laut TNTC mencakup wilayah 13 distrik di Kabupaten Teluk Wondama dan 2 distrik di Kabupaten Nabire.“Wilayah laut TNTC memiliki banyak keanekaragaman hayati. TNTC memiliki kurang lebih 460 jenis karang yang tumbuh di wilayah pesisir pulau dan daratan utama. Ekosistem laut dan karang tersebut menjadi habitat 836 jenis ikan. Besarnya potensi sumber daya kelautan di wilayah TNTC tersebut juga berpotensi untuk meningkatkan sumber pendapatan daerah dan mampu berkontribusi pada pemenuhan  kesejahteraan masyarakat,” terangnya.Kawasan TNTC juga memiliki potensi Sumber Daya Manusia (SDM ) dalam hal ini nelayan di kawasan TNTC yang menerap di wilayah pesisir dan di pulau-pulau kecil melakukan interaksi dengan sumber daya kelautan dan perikanan.Imbuhnya, Acting Projeck Leader Teluk Cenderawasi, WWF Indonesia menjelaskan potensi sektor perikanan di Kabupaten Nabire menghasilkan produksi sekitar 85.000 Kg perbulan. Namun, dengan potensi yang cukup besar tersebut tidak menutup kemungkinan terjadi  persoalan baik itu sifatnya teknis maupun struktural. Tentunya bentuk-bentuk pemanfatan sumber daya perikanan akan memunculkan konsekkuensi seperti halnya degradasi SDA serta tumpang tindinya pengelolaan termasuk perijinan penangkapan serta isu by catch, tangkapan non target/sampingan yang masih terjadi. WWF mendapat fakta bahwa sebanyak kurang lebih 50 pengguna bagan beroperasi di wilayah  TNTC dan 80 % beroperasi di dalam zona pemanfatan tradisional. Selain itu, masih maraknya perdagangan jenis spesies yang dilindungi seperti penyu dan hiu baik itu untuk konsumsi lokal maupun untuk keperluan ekspor.Herman menambahkan, potensi dan masalah yang terjadi perlu dilakukan upaya yang cukup insentif. Pengelolaan potensi sumber daya alam khususnya sektor perikanan harus diupayakan untuk dapat memberikan manfaat berkelanjutan. Bentuk kolaborasi serta penerapan kebijakan yang sifatnya bottom-up perlu menjadi pilar pada penembangan sektor perikanan di  kawasan TNTC. Sehingga konsep-konsep pengelolaan kawasan serta program-program terkait sumber daya perikanan dapat diinformasikan melalui isu dan permasalahan yang terjadi.Untuk menginformasikan konsep-konsep pengelolaan yang dapat mengakomodir upaya-upaya yang dianggap penting, WWF Indonesia program Papua bekerja sama dengan pemerintah Provinsi Papua Barat, Pemerintah Kabupaten Nabire dan Balai Besar TNTC menyelenggarakan kegiatan lokakarya pengelolaan program perikanan di Kawasan TNTC. Kegiatan lokakarya akan dilaksanakan pada tanggal 24 - 25 Juni 2015 di Aula pertemuan Kantor Bappeda Kabupaten Nabire.Paparan jenis dan bentuk program sumber daya perikanan, penerapan formula konsep pengelolaan sektor perikanan, pembentukan kesepakatan kerja sama antar stakeholder dan pembentukan kelompok kerja (Pokja) pengelolaanperikanan menjadi tujuan dari pelaksanaan lokakarya tersebut. Kesempatan yang sama Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Nabire menyampaikan pemerintah bekerja untuk peningkatan pendapatan kesejahteraan bagi masyarakat pesisir sehingga dinas terkait telah berupaya beberapa program dan kegiatan   salah satunya peningkatan produksi dan memberikan berbagai paket hibah bantuan-bantuan Bansos dan kedepan akan melakukan bimbingan teknis.(modes)