Wujudkan Program Gubernur, Dinkes Papua Tengah Perkuat Kompetensi Nakes Lewat OJT di Paniai

PANIAI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan di daerah melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar kegiatan On the Job Training (OJT) atau pelatihan sambil bekerja bagi tenaga kesehatan di Kabupaten Paniai, yang difokuskan pada penanganan berbagai penyakit menular prioritas.
Kegiatan yang berlangsung pada 3 Juni 2026 tersebut dilaksanakan di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Paniai dan Aula Puskesmas Enarotali. Pelatihan ini menyasar pengelola program dan tenaga kesehatan yang menangani HIV/AIDS, Tuberkulosis (TB), Malaria, Kusta, Filariasis, dan Hepatitis sebagai bagian dari penguatan sistem pelayanan kesehatan di wilayah Papua Tengah.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. Agus, yang diwakili Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Isak Waine, S.KM., M.Kes., menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata dari komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam mendukung visi pembangunan kesehatan yang dicanangkan Gubernur Papua Tengah.
“Kegiatan OJT ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, tetapi juga merupakan bagian dari komitmen bersama untuk mendukung visi Gubernur Papua Tengah dalam mewujudkan masyarakat Papua Tengah yang sehat, mandiri, dan sejahtera,” ujar Isak Waine.
Menurutnya, penguatan program AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria menjadi langkah strategis untuk memastikan masyarakat, termasuk yang berada di kampung-kampung dan distrik terpencil, mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pengendalian penyakit menular tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.
“Ini menjadi langkah strategis untuk memastikan tenaga kesehatan di daerah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang sesuai standar nasional,” katanya.
Selain pelatihan untuk program AIDS, TB, dan Malaria, Dinkes Papua Tengah juga menyelenggarakan OJT khusus untuk program Kusta, Filariasis, dan Hepatitis yang dipusatkan di Aula Puskesmas Enarotali. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas petugas kesehatan dalam pelaksanaan program, surveilans, pencatatan dan pelaporan, serta mempercepat upaya eliminasi penyakit menular tersebut.
Dalam arahannya, Isak Waine menekankan pentingnya pembinaan teknis berkelanjutan guna memperkuat kompetensi petugas kesehatan di tingkat kabupaten dan puskesmas.
“Kami berharap peserta dapat memahami kebijakan program, meningkatkan kualitas pencatatan dan pelaporan, serta memperkuat surveilans dan penemuan kasus di wilayah kerja masing-masing. Dengan kerja sama yang baik antara provinsi, kabupaten dan puskesmas, target eliminasi dan pengendalian penyakit menular di Papua Tengah dapat tercapai secara optimal,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Paniai, Beni Degei, S.KM., M.KM., mengapresiasi dukungan dan pendampingan yang terus diberikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah kepada tenaga kesehatan di daerah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah atas pendampingan dan pembinaan yang terus dilakukan. Melalui kegiatan ini, petugas kesehatan memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas pelayanan, pengendalian penyakit, serta pelaporan program di Kabupaten Paniai,” katanya.
Selama pelatihan, peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga mengikuti diskusi interaktif, praktik pengisian format pelaporan, analisis capaian program, hingga pembahasan berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan. Melalui metode pembelajaran langsung di tempat kerja, para peserta diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah masing-masing.
Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Hal tersebut mencerminkan komitmen bersama antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan tenaga kesehatan dalam mendukung upaya eliminasi filariasis, pengendalian kusta, serta pencegahan dan pengendalian hepatitis demi terwujudnya masyarakat Papua Tengah yang lebih sehat dan sejahtera. (ist)
Bagikan artikel ini



