NABIRE - Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Tengah, Washington Lumban Gaol, pada Senin (29/07/2024) saat ditemui di halaman Kantor Gubernur Provinsi Papua Tengah mengatakan, pelebaran landasan pacu Bandara Douw Aturure Nabire mulai dikerjakan.


Penambahan landasan pacu tersebut dari 1.600 meter menjadi 2.500 meter, kata Washington, Dinas Perhubungan pada saat ini sudah melakukan pembangunan landasan secara khusus.


Landasan pacu di Bandara baru mulai dari 1.600 meter menjadi 2500 meter. Minggu lalu sudah berkontrak dan menurut dinas saat ini, diposisi mulai action mengeksekusi pekerjaan tersebut dan pekerjaan ini berkontrak akhir bulan Juli 2024.


Washington menambahkan, pada 19 Desember 2024 diharapkan selesai dan pihak Kementerian Perhubungan Pusat akan diundang untuk melakukan yang namanya sertifikasi dan kelayakan untuk didarati oleh pesawat-pesawat berbadan besar.


Lanjutnya, pekerjaan perpanjangan landasan ini dilakukan oleh pihak ketiga. "Kita juga sekarang lagi komunikasi dan negosiasi dengan pihak maskapai dan minggu-minggu terakhir ini memang sudah hampir deal, namun yang sangat dibutuhkan sekarang ini persetujuan dari pihak Kementerian Perhubungan izin untuk  disetujui maskapai tersebut untuk mendarat di Bandara baru," ujarnya.


Imbuh dia, kenapa perlu izin, karena Bandara memang posisi sekarang 1.600 meter, sementara pihak maskapai menginginkan minimal 1.800 meter, jadi ada kekurangan 2000 map 200 meter yang yang mereka inginkan.


"Waktu itu ukurannya agak besar sedikit, bukan boeing tapi sejenisnya dan yang ada sekarang ini profiler seperti ATR, tapi ini bukan ATR lagi, ini di atasnya sedikit, jadi kita siasati dari pihak maskapai dengan Pemprov ini lagi berusaha mereka bisa mendarat," pungkasnya.(rob)