Warga Sejumlah Suku Demo Tolak Hasil Pileg di Nabire
NABIRE – Warga enam suku pesisir dan kepulauan beserta denominasi masyarakat adat nusantara yang ada di Nabire, Selasa (14/5), gelar a
Bagikan
NABIRE – Warga enam suku pesisir dan kepulauan beserta denominasi masyarakat adat nusantara yang ada di Nabire, Selasa (14/5), gelar aksi demo damai. Massa sejumlah suku ini memprotes terkait pelaksanaan Pemilu 17 April 2019 di Kabupaten Nabire.Ada tiga poin pernyataan sikap mereka. Pertama, masyarakat adat menolak dengan tegas hasil perolehan suara dalam Pemilu Legislatif Kabupaten Nabire 17 April 2019 lalu. Kedua, hasil perolehan suara Pemilu Legislatif 17 April 2019 di Nabire, pada beberapa wilayah dari empat Daerah Pemilihan (Dapil) di Nabire, terindikasi dihasilkan melalui proses pemilihan yang melenceng jauh dari aturan yang mengatur tentang pelaksanaan Pemilu. Ketiga, masyarakat adat meminta ruang proses hukum terhadap pelaksanaan Pemilu di Nabire, khusus Pemilu Legislatif.Pernyataan sikap ditandatangani diantaranya oleh, kepala suku besar Wate Kabupaten Nabire, Alex Raiki, kepala suku Yeresiam, Daniel Yarawowi, kepala suku Hegure, Saul Waiwoi, kepala suku Mora, Donatus Sembor, kepala suku Umari, Yance Sadi, Ketua Lembaga Masyarakat Adat, Socrates Sayori, Dewan Adat Papua Wilayah Nabire, Herman Sayori, Kepala Suku D3N, dan sejumlah tokoh ada lainnya.Pantauan media ini di lapangan, massa mengambil titik kumpul di Taman Gizi Oyehe. Sejumlah orasi pun di sampaikan saat massa masih berkumpul di Taman Gizi. Selanjutnya, massa dengan menggunakan sejumlah kendaraan roda dua maupun roda empat, bergerak menuju Kantor KPU Nabire. Di sekitar Sion, massa pun turun dari kendaraan dan berjalan kaki menuju Kantor KPU Nabire. Terlihat massa membawa krans bunga dan peti mayat yang mereka anggap sebagai tanda matinya demokrasi di daerah ini.Di Kantor KPU Nabire, sudah terlihat aparat kepolisian telah berjaga-jaga. Setelah berorasi di ruas jalan depan Kantor KPU Nabire, sejumlah perwakilan massa pun diijinkan masuk ke halaman Kantor KPU Nabire. Perwakilan massa pun menyampaikan maksud aksi ke Kantor KPU Nabire ini. Massa diterima salah seorang komisioner KPU Nabire, Daniel Denni Merin. “Enam suku dan paguyuban masyarakat nusantara datang dengan terhormat untuk menyampaikan aspirasi soal Pemilu 2019. Kami sampaikan aspirasi secara hormat, sekaligus serahkan peti mati sebagai simbol matinya demokrasi di Nabire,” kata perwakilan massa, Herman Sayori.Setelah menerima aspirasi tertulis dari massa, komisioner Daniel Denni Merin menyampaikan jika dirinya tidak bisa mengambil keputusan secara sepihak. Namun dengan adanya aspirasi ini, kata dia, akan menunggu komisioner lainnya yang saat ini masih berada di Jayapura. Dirinya berjanji akan membicarakan aspirasi ini dengan komisioner lainnya.Tidak berselang lama, massa pun bergerak meninggalkan Kantor KPU Nabire. Iring-iringan massa dengan kendaraan bermotor selanjutnya menuju Kantor DPRD Nabire. Sekitar pukul 15.30 WIT, massa tiba di Kantor DPRD Nabire. Di halaman kantor wakil rakyat, perwakilan massa pun sempat menyampaikan orasinya. Lagi-lagi, peti mati sebagai symbol matinya demokrasi di Nabire ini pun turut dibawa ke kantor wakil rakyat.Massa diterima Yunus Tebai dan seorang wakil rakyat lainnya. Setelah menerima aspirasi tertulis yang disampaikan massa, Yunus Tebai berjanji akan meneruskan persoalan ini. Kata dia, aspirasi ini akan disampaikan ke pimpinan untuk ditindaklanjuti. Setelah itu, massa pun bergerak meninggalkan Kantor DPRD Nabire menuju Polres Nabire. (ros)
Bagikan artikel ini



