NABIRE – Warga Nabire dikejutkan dengan sebuah fenomena dimana matahari menbentuk cincin hampIr dua jam lebih di atas langit kota ini. Fenomena itu terjadi sekitar pukul 10.30 hingga 12.30 waktu Papua.Steven Simanjutrak, warga kelurahan Morgo mengatakan, ia dan warga lainnya kaget melihat kejadian tersebut. Pasalnya baru pertama kali terjadi. Menurutnya, ada semacam pelangi membentuk lingkaran penuh dan melingkari matarari.“Kami tidak tau ini apa. Tapi sangat indah kalau dilihat,” kata Simanjuntak di Nabire, Selasa (25/2).Sementara itu, Koordinator Operasional Meteorologi BMKG Nabire, Eusebio A Sampe menjelaskan, kejadian tersebut disebut fenomena "Halo". Fenomena “Halo" berupa bulatan cahaya seperti pelangi yang mengelilingi matahari, terlihat di langit. Hal ini terjadi karena refraksi atau pembiasan cahaya yang melintasi kristal es yang ada di atmosfer atau karena ada pembiasan sinar matahari oleh awan tinggi.Awan yang membiaskan sinar matahari itu merupakan awan tipis cirrus yang terjadi pada aktifitas awan cirrus pada ketinggian 5 - 10 Km. Sehingga, efek pembiasaan cahaya matahari dari awan cirrus tersebut sehingga terbentuk lingkaran seperti berbentuk cincin dan awan cirrus ini mempunyai partikel yang sangat dingin dan biasanya berwujud kristal es."Awan cirrus yang super dingin inilah yang membiaskan cahaya matahari sehingga membentuk seperti cincin yang melingkari matahari. Karena sifat dari kristal es tembus pandang, tidak ada cahaya yang direfleksikan ke bagian dalam cincin, sehingga membuat langit lebih gelap dibanding sekitarnya dan menampilkan lingkaran di langi,” jelas Sampe.Hal ini, kata Sampe, fenomena Halo terjadi sebenarnya terjadi tidak mengenal pada bulan–bulan tertentu. Ini merupakan peristiwa alam yang bisa terjadi dan tidak apa–apa. Fenomena ‘halo’ jarang terjadi. Biasanya hanya terjadi saat cuaca sedang cerah. Maka yang terlihat hanya awan–awan cirrus pada ketinggian maksimal 10 Km.“Itu hal yang biasa, tidak ada hubungannya dengan tanda–tanda cuaca ekstrim atau apapun,” tandasnya. (pas)