NAIRE - Umat katolik seluruh Indonesia yang tercatat sebagai pemilih pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 nanti, diharapkan tidak hanya datang dan memberikan suara. Tetapi juga untuk bisa menentukan pilihannya dengan cerdas sesuai dengan hati nurani. Himbauan ini disampaikan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) melalui pemimpin gereja katolik se-Indonesia, Mgr. Ignatius Suharyo dan Mgr. Johanes Pujasumarta. Dikatakan, warga diminta untuk tidak asal menggunakan hak pilih, apalagi sekedar ikut-ikutan. Siapa pun Caleg dan partai apa pun yang dipilih, hendaknya dipilih dengan keyakinan. Bahwa Caleg atau partainya akan mewakili rakyat dengan berjuang bersama seluruh komponen masyarakat mewujudkan cita-cita bersama bangsa Indonesia. Pertanyaannya adalah calon legislatif macam apa yang mesti dipilih dan partai mana yang mesti menjadi pilihan kita.Katanya, tidak mudah bagi warga untuk menjatuhkan pilihan terhadap para Caleg. Selain karena banyak jumlahnya, mungkin juga warga tidak cukup kenal karena tidak pernah bertemu muka. Para Caleg yang akan dipilih, harus dipastikan bahwa mereka itu memang orang baik, menghayati nilai-nilai agama dengan baik dan jujur, peduli terhadap sesama, berpihak kepada rakyat kecil, cinta damai dan anti kekerasan.Caleg yang jelas-jelas berwawasan sempit, mementingkan kelompok, dikenal tidak jujur, korupsi dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kedudukan, tidak layak dipilih. Hati-hatilah dengan sikap ramah-tamah dan kebaikan yang ditampilkan Caleg hanya ketika berkampanye, seperti membantu secara material atau memberi uang. “Hendaklah anda tidak terjebak atau ikut dalam politik uang yang dilakukan para Caleg untuk mendapatkan dukungan suara. Perlulah anda mencari informasi mengenai para calon yang tidak anda kenal dengan pelbagai cara. Demi terjaga dan tegaknya bangsa ini, perlulah kita memperhitungkan Caleg yang mau berjuang untuk mengembangkan sikap toleransi dalam kehidupan antar umat beragama dan peduli pada pelestarian lingkungan hidup. Pilihan kepada calon legislatif perempuan yang berkualitas untuk DPR, DPD dan DPRD merupakan salah satu tindakan nyata mengakui kesamaan martabat dalam kehidupan politik antara laki-laki dan perempuan, serta mendukung peran serta perempuan dalam menentukan kebijakan dan mengambil keputusan,” paparnya.Terkait kriteria Parpol, kita bersyukur atas empat kesepakatan dasar dalam berbangsa dan bernegara yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika. Kita percaya bahwa hanya dengan mewujudkan keempat kesepakatan tersebut, bangsa ini akan mampu mewujudkan cita-citanya. Oleh karena itu, dalam memilih partai perlu memperhatikan sikap dan perjuangan mereka dalam menjaga keempat kesepakatan tersebut. Hal yang penting untuk menjadi pertimbangan kita adalah partai yang memiliki Caleg dengan kemampuan memadai dan wawasan kebangsaan yang benar. Partai yang memperjuangkan kepentingan kelompoknya apalagi tidak berwawasan kebangsaan, hendaknya tidak dipilih.Pengawasan atas jalannya Pemilu, setiap warga negara diharapkan ikut memantau dan mengawasi prosesnya. Pengawasan itu bukan hanya pada saat penghitungan suara, melainkan selama proses Pemilu berlangsung demi terlaksananya Pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil (Luber Jurdil). “Kita perlu mendorong dan memberikan dukungan kepada kelompok-kelompok dalam masyarakat yang dengan cermat mengikuti dan mengkritisi proses jalannya Pemilu. Hendaknya anda mengikuti secara cermat proses penghitungan suara. Bahkan harus terus mengawasi pengumpulan suara dari tingkat TPS sampai ke tingkat kecamatan dan kabupaten agar tidak terjadi rekayasa dan kecurangan,” tuturnya.Pemilu yang aman dan damai amat penting bagi semua warga masyarakat untuk menjaga Pemilu berjalan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil, damai dan berkualitas. Jangan sampai terjadi kekerasan dalam bentuk apapun, baik secara terbuka maupun terselubung. Karena bila sampai terjadi kekerasan, maka damai dan rasa aman tidak akan mudah dipulihkan. Perlu tetap waspada terhadap usaha-usaha memecah belah atau mengadu domba yang dilakukan demi tercapainya suatu target politik. Bila ada sesuatu yang bisa menimbulkan kerawanan, khususnya dalam hal keamanan dan persatuan ini, partisipasi segenap warga masyarakat untuk menangkalnya sangat diharapkan.“Para Caleg kami hargai anda karena tertarik dan terpanggil terjun dalam dunia politik. Keputusan anda untuk mempersembahkan diri kepada Ibu Pertiwi melalui jalan itu akan menjadi kesempatan untuk berkontribusi secara berarti bahkan maksimal bagi tercapainya cita-cita bangsa Indonesia. Karena itu, tetaplah memegang nilai-nilai luhur kemanusiaan, serta tetap berjuang untuk kepentingan umum dengan integritas moral dan spiritualitas yang dalam. Anda dipanggil dan diutus menjadi garam dan terang,” tegasnya.Sebagai negara yang menganut sistem demokrasi, Pemilu menjadi peristiwa penting dan strategis karena merupakan kesempatan memilih calon legislatif dan perwakilan daerah yang akan menjadi wakil rakyat. Warga negara yang telah memenuhi syarat berhak ikut menentukan siapa yang akan mengemban kedaulatan rakyat melalui Pemilu. Mereka yang terpilih akan menempati posisi yang menentukan arah dan kebijakan negeri ini menuju cita-cita bersama, yaitu kesejahteraaan bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, selain merupakan hak, ikut memilih dalam Pemilu merupakan panggilan sebagai warga negara. Dengan ikut memilih berarti ambil bagian dalam menentukan arah perjalanan bangsa ke depan.“Saudara-saudari terkasih, ikutlah memilih. Dengan demikian anda ikut serta dalam menentukan masa depan bangsa. Sebagai umat beriman, marilah kita mengiringi proses pelaksanaan Pemilu dengan doa memohon berkat Tuhan, semoga Pemilu berlangsung damai dan berkualitas serta menghasilkan wakil-wakil rakyat yang benar-benar memperhatikan rakyat dan berjuang untuk keutuhan Indonesia. Dengan demikian cita-cita bersama, yaitu kebaikan dan kesejahteraan bersama semakin mewujud dan nyata.  Semoga Bunda Maria, Ibu segala bangsa, senantiasa melindungi bangsa dan negara kita dengan doa-doanya,” tukasnya. (modes)