NABIRE - Kejuaraan Pencak Silat kategori pra remaja usia 12 hingga 14 tahun yang merupakan Program Kerja (Progja) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) cabang Nabire digelar Jumat (23/9) kemarin dan secara resmi dibuka pihak Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Nabire diwakili Wakil Ketua Harian (Wakether) KONI, James Rooroh. Kejuaran pencak silat yang direncanakan berlangsung hingga 25 September besok, bertempat di Padepokan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate cabang Nabire Wadio ini bertujuan untuk mencari bibit atlet remaja dan pra remaja guna disiapkan mengikuti iven, baik di kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional.Ketua IPSI Nabire Muhammad Tohir mengatakan, kejuaraan pencak silat pra remaja tahun 2016 ini diikuti sekitar 204 peserta dari 300 atlet, siswa-siswi tingkat Sekolah Dasar (SD), SMP, SMA/SMK se- Kabupaten Nabire. Ada dua sekolah yang belum hadir, tambahnya, yakni dari Makimi dan Teluk Kimi Samabusa Nabire, dikarenakan keterlambatan informasi. Meskipun demikian, ujar Tohir, dengan harapan digelarnya kejuaraan pencak silat ini menjadi hal positif untuk atlet-atlet muda di Nabire dalam mengembangkan bakatnya di dunia pencak silat serta menjadi wahana dan sarana untuk mengembleng fisik maupun mental untuk generasi muda yang ada di Kabupaten Nabire akan terus ditingkatkan. Sementara itu, sebelum membuka dengan resmi kejuaraan secara langsung dengan ditandai dengan pemukulan gong, James Rooroh, mewakili KONI berharap kejuaraan pencak silat dalam rangka mencari atlet-atlet handal dan berprestasi ini perlu terus ditingkatkan, karena melalui kejuaraan ataupun hanya sebatas latihan rutin dipandang perlu dan baik guna menjaga fisik maupun mental atlet serta kiranya dapat mewakili Nabire untuk mengikuti kejuaran di tingkat provinsi maupun nasional. Oleh sebab itu, tambah Wakethar KONI, sebagai cabang olahraga yang bernaung di bawah KONI akan memberi dorongan fisik maupun finansial kepada semua cabang olahraga yang ada di daerah ini, khususnya Cabor Pencak Silat. Tak lupa James pada kesempartan itu berpesan kepada panitia, terutama kepada juri agar memimpin kegiatan ini dengan bijaksana dan adil agar hasilnya dapat diterima oleh para atlet maupun pendamping. “Kepada peserta berlakulah sopan, santun dan baik serta dapat menjunjung nilai sportifitas. Jika ada persoolan yang ada di tempat ini jangan dijadikan bahan cerita diluar, karena dapat membawa dan mencoreng nama baik IPSI di Kabupaten Nabire,” imbuhnya. (wan)