NABIRE – Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten melalui Sekretaris Dinasnya meminta untuk kegiatan belajar dari rumah, para guru mata pelajaran diminta menyiapkan rangkuman, contoh soal dan selanjutnya materi tugas kepada anak atau peserta didik.

Sebagai cara atau alternatif terbaik guna mensukseskan program belajar dari rumah dimasa pandemi Covid-19 dan tidak lagi guru hanya mengejar target saja dengan mengirim materi dalam bentuk modul dan LKS.

Sebab dari hasil temuan di lapangan ada guru yang dapat mengirim materi pelajaran dalam bentuk modul dan LKS, sehingga untuk dikerjakan siswa atau murid sangat sulit.

Dan lagi pula materi yang disampaikan dalam bentuk modul dan LKS ini, jika diprin lagi dapat menimbulkan beban biaya yang cukup mahal dan hal ini akan kembali mendapat kritikan lagi dari orang tua atau masyarakat.

Demikian dikatakan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Viktor Tebay, S.Sos.,MAP kepada Papuapos Nabire, Selasa (21/7), di seputar halaman Dinas Pendidikan seraya menambahkan, kita butuh kebersamaan antara dinas dan sekolah agar program belajar dari rumah ini bisa sukses.

Dan sebagai titipan tugas utama yang harus dilaksanakan oleh guru agama dan guru PKn agar dalam proses belajar dari rumah ini, jangan kita hanya mengejar materi pelajaran tetapi nilai moralitas anak dapat dibiarkan.

Untuk itu, di tengah kegiatan belajar dari rumah ini, anak atau peserta didik dapat diberikan tugas literasi Kitab Suci baik itu Agama Kristen maupun Agama Islam, karena nilai karakter moralitas anak itu sangat penting.

Dalam proses belajar dari rumah ini, semua guru diwajibkan untuk selalu melakukan pendekatan–pendekatan persuasif dari pintu ke pintu dan meminta orang tua juga turut memberikan pengawasan agar anak juga belajar di rumah.(des)