Usaha Koperasi Kuat dan Mandiri, Disperidakop Gelar Pelatihan Bina Koperasi
DOGIYAI – Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindakop) Kabupaten Dogiyai menggelar pelatihan Bina Koperasi, di Aula Pemda, Dogiyai, Jumat (09/09). Pelatihan Bina Koperasi ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Dogiyai Natalis Degei, S.Sos, yang diikuti 21 peserta k
Bagikan
DOGIYAI – Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindakop) Kabupaten Dogiyai menggelar pelatihan Bina Koperasi, di Aula Pemda, Dogiyai, Jumat (09/09). Pelatihan Bina Koperasi ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Dogiyai Natalis Degei, S.Sos, yang diikuti 21 peserta kelompok koperasi yang terdiri dari Koperasi Klasis, Koperasi Paroki, dan Kelompok Usaha Koperasi lainnya.
Sekda Dogiyai, Natalis Degei, menuturkan koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat maupun sebagai badan usaha berperan serta untuk mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945, sebab koperasi dalam tata perekonomian nasional yang disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. “Koperasi perlu membangun dirinya dan dibangun menjadi kuat dan mandiri berdasarkan prinsip koperasi sehingga mampu berperan sebagai soko guru perekonomian daerah maupun secara nasional,” katanya.Menurutnya, pembangunan koperasi pada dasarnya menjadi tugas dan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Keberadaan beberapa koperasi tidak aktif dan UKM potensi koperasi seperti di bidang kopi, kebun anggrek dan UKM jenis lainnya.“Sehingga kita semua dituntut untuk penyesuaikan diri dengan Peraturan Pemerintah Nomor 04 Tahun 1994 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pengesahan Akta Pendirian dan Perubahan Anggaran Dasar Koperasi, beserta peraturan lainya mengingat persetujuan pendirian koperasi oleh Menteri Koperasi dan UKM dengan mempertimbangkan segala persyaratan pendirian koperasi yang ada,” ujarnyaKepala Dinas Perindakop Dogiyai, Andreas Gobai, menuturkan tujuan dari pelaksanaan bina koperasi adalah guna membangun ekonomi keluarga atau rakyat berbasis potensi diri dan potensi daerah setempat.“Data yang ada di dinas kami sekitar 21 usaha koperasi tetapi yang masih aktif hingga saat ini sekitar 8 koperasi. Sehingga, peserta yang mengikuti pelatihan koperasi seperti Koperasi Usaha Klasis, Paroki dan kelompok usaha lain,” katanyaBahkan, Andreas Gobai meminta kepada pengusaha koperasi sebelum mendirikan harus mengetahui cara pendirian koperasi seperti harus ada dasar hukum dan peraturan-peraturan jelas. “Semua harus memenuhi peraturan yang dianjurkan dari pusat. Kalau kita sudah memenuhi maka pendirian koperasi sudah terpenuhi,” ujarnya.Kepala Bidang Koperasi Dinas Perindakop Dogiyai, Petrus Agapa, mengaku saat ini uang menjadi sarana hidup maha penting. Uang juga menjadi kebutuhan dasar untuk memenuhi, kalau tanpa uang manusia dianggap tidak bermakna. “Ini yang terjadi saat ini,” kata dia.Sehingga, menurutnya, petani perlu mengembangkan sebuah koperasi sebagai ekonomi kebun untuk diri sendiri maupun kebun ekonomi untuk kelompok.Bahkan, Agapa menyebutkan usaha milik orang asli Papua cenderung cepat macet atau tidak bisa bertahan waktu yang panjang. “Sebenarnya kita harus mereplesikan diri kita, bakat yang dimiliki masing-masing diri kita. Kita harus betul-betul berjuang, menggalih, rubah gaya hidup dan pola hidup. Perlu ada terobosan baru untuk keluar dari ruang lingkup. Sebab, kita dituntut untuk mengembangkan bakat-bakat yang ada pada kita,” jelasnya.Untuk mengembangkan potensi, ujar dia, ada dua yaitu usaha yang berbasis koperasi diri dan potensi daerah.Sementara itu, Didimus Tebai, Ketua Yayasan P5 Dogiyai mengaku sebelum mendirikan koperasi harus mengerti dan memahami menyelesaikan masalah.“Contohnya, ibu-ibu datang jual-jualan di pasar. Setiap hari pagi datang pulang malam, tetapi hasil usahanya tidak laku terus. Sebenarnya, ibu-ibu harus mengetahui untuk menyelesaikan permasalahannya. Jangan hanya datang-datang jual tetapi hasil tidak lalu, ini tidak boleh tetapi cari jalan keluar,” tandasnya.(gus)
Bagikan artikel ini



