NABIRE – Umat Katolik se Kabupaten Nabire yang terbagi atas tiga paroki merayakan Paskah di rumah masing-masing. Hanya, Paroki St Yosep Kali merayakan Paskah dengan jumlah umat di gereja.  Sementara umat Kristiani yang lain merayakan Paskah di gereja tetapi tidak seramai seperti biasanya.Perayaan Paskah di rumah masing-masing, tidak hanya di Nabire tetapi sesuai dengan kebijakan pemimpin Gereja Katolik Keuskupan Timika, umat katolik yang berada di kota yang ramai dan bisa dilalui dengan kendaraan seperti Timika dan Nabire dianjurkan untuk merayakan paskah di rumah masing-masing.Ketua Dewan Quasi St Anthonius Bumi Wonorejo, Petrus Tekege, saat dihubungi Minggu (12/4) malam mengatakan, sesuai dengan kebijakan pimpinan Gereja Katolik di Keuskupan Timika, bagi umat yang berada di kota yang bisa akses dengan kendaraan, merayakan Paskah di rumah masing-masing. Sedangkan bagi umat Katolik yang berada di daerah-daerah yang hanya bisa jangkau dengan ojek dan jalan, dapat merayakan Paskah di gereja.Oleh sebab itu, umat Katolik dari tiga paroki (Kristus Sabahat Kita, Kristus Raja dan St Yoseph) dan satu Quasi (St Anthonius) merayakan Paskah di rumah masing-masing. Umat Katolik mengikuti ibadah melalui RRI Nabire yang disiarkan oleh Romo Agus Yoseph Pastor Paroki Kristus Sahabat Kita (KSK) dan Romo Selvius Goo, Pastor Paroki Kristus Raja (KR). Sementara Pastor Paroki St Yosep Kali Bumi tidak bergabung ke RRI tetapi merayakan Paskah Bumi di gereja dengan jumlah umat yang terbatas.Ketua Dewan Quasi Bumi Wonorejo menambahkan, umat Katolik tahun ini merayakan Paskah di rumah masing-masing sesuai dengan kebijakan pimpinan gereja Keuskupan Timika dan imbauan pemerintah untuk tidak melakukan pertemuan banyak orang.Sementara itu, menurut pantauan media, beberapa gereja di dalam dan sekitar kota Nabire merayakan Paskah di gereja masing-masing. Namun, suasana yang terlihat tidak semeriah seperti perayaan Paskah tahun-tahun sebelumnya. Karena, jemaat masih waspada dengan wabah Corona Virus Disease (Covid-19).Mantan Wakil Ketua Dewan Paroki KSK Nabire ini menilai memang sangat menyedihkan, umat Kristiani tidak merayakan Paskah, hari wafat dan kebangkitan secara bersama-sama di gereja, gara-gara mewabahnya virus Corona seantero belahan dunia. Sebagian umat tidak ke gereja dan berdoa sendiri di rumah pada hari raya yang semesti dirayakan bersama di gereja.Petrus menilai ada hikmah yang patut disimak dari ibadah masing-masing di rumah. Selama ini, umat Kristiani percaya, hanya di gereja ada Tuhan sehingga kalau mau beribadah hanya di gereja. Padahal, beribadah tidak hanya di gereja, di rumah juga kita beribadah, baik secara pribadi maupun seluruh keluarga.Ia menilai, beribadah di rumah juga memiliki nilai yang penting karena, di rumah melibatkan seluruh keluarga secara utuh, tenang dan penuh suasana keluarga. Sementara di gereja, sebagian dari kita tidak melaksanakan ibadah secara utuh, hanya sebagai kewajiban umat ke gereja dan anak-anak bisa bermain saat ibadah sehingga menggangu sesama yang tengah beribadah.(ans)