Umat Katolik Puasa, Doa dan Amal Kasih
NABIRE - Sebelum 40 hari masa Prapaskah Umat Katolik puasa, doa dan amal kasih berbuat yang baik kepada diri sendiri (pribadi), kepada sesama dan kepada Tuhan sampai 40 hari kedepan merayakan Hari Raya Paskah yang cerah.

NABIRE - Sebelum 40 hari masa Prapaskah Umat Katolik puasa, doa dan amal kasih berbuat yang baik kepada diri sendiri (pribadi), kepada sesama dan kepada Tuhan sampai 40 hari kedepan merayakan Hari Raya Paskah yang cerah.
Hal ini diungkap oleh Pastor Paroki ST. Yosep Nabar, Pastor Ottovianus Taena, Pr, Minggu (9/3/25), bertempat di Gereja Katolik ST. Petrus Bumi Mulia/SPC.
Pastor Ottovianus dalam khotbah menjelaskan, masa puasa dan pantang bagi orang Katolik kita sekarang sudah berada dalam masa puasa dan pantang.
“Prapaskah gereja punya pedoman, aturan supaya orang-orang percaya kepada Tuhan Yesus manfaat disepakati 40 hari sebelum hari raya paskah untuk mengadakan diri atau mereka yang jauh mendekatkan dengan Tuhan,” katanya.
Ada 40 hari itu, kedepan adalah retret agung masa yang sangat amat bagus.
Kenapa, karena masa prapaskah kita diharapkan supaya fokus dalam diri puasa dan amal.
Kalau kita renungkan bacaan Injil hari ini Yesus saja dapat dicobai oleh iblis tiga kali, apalagi kita anak-anak manusia biasa, setan ia menunggu di saat waktu yang tepat, iblis tidak mundur dihadapan Yesus, tapi ia mengatakan di saat yang tepat, saat kita lengah, saat kita goyah sedikit masuk dia punya bujukan, rayuan cobaan, godaan dan lain sebagainya.
“Kalau kita perhatikan Injil hari ini, Yesus betul-betul kuat imannya.
Jadi ia anak Allah to perintahkan batu-batu ini menjadi roti supaya engkau tidak lapar, tapi Tuhan Yesus mengatakan manusia hidup bukan hanya roti, manusia hidup bukan dari makanan tetapi hidup dengan Firman Tuhan keluar dari mulut Allah,” pungkasnya.
Seusai khotbah, umat yang belum sempat hadir pada hari Rabu Abu dapat diterima abu didahi.(modes)
Bagikan artikel ini



