Oleh: Emanuel Goo


Tungku itu sebuah tempat dimana api itu dinyalahkan. Ketika api itu dinyalahkan maka itu bisa melakukan apa saja yang bersangkutan dengan api. Salah satunya, api akan memberikan semangat baru kepada setiap orang yang ada di dekat api itu.

Mereka akan masak, mereka akan bercerita, mereka akan mengerjakan tugas, mereka akan mendengarkan nasehat orang tua jika orang tua memberikan nasehat, dan seterusnya. Setiap aktivitas mereka itu akan mereka lakukan sesuai dengan kehendaknya mereka. Sesuai dengan rencana jika mereka sudah rencanakan untuk melakukan sesuatu. 

Supaya mereka tetap semangat, semangat api yang sedang menyala di tungku itu, maka mereka harus berjuang menyalahkannya. Ketika semangat api itu di nayalahkan dalam diri setiap orang, mereka akan melakukan apa saja yang mau dibuat itu tentunya akan mereka selesaikan dan tuntaskan. 

Tungku api, lambang spirit. Mengapa tungku api dikatakan sebagai lambang spirit.  Api akan berfungsi dalam segala hal. Jika api dinyalahkan pada malam hari, api itu membuat terang di sekitaran rumah itu. Jika lapar, api itu bisa di gunakan untuk memasak makanan dan seterusnya. 

Api itu tidak pernah terpadam jika bahan bakarnya itu disiapkan sebanyak mungkin untuk mempertahankan api itu tetap menyalah. Semangat  mempertahankan api tetap menyalahnya maka sudah harus disiapkan untuk dibagun dalam diri setiap orang dalam melakukan segala sesuatu yang sudah direncanakan. Jika semangat api yang berkobar itu tetap mempertahankan maka apa yang dikerjakan dan dilakukan itu tentunya akan selesai. 

Persoalannya, mau mempertahankan semangat api yang sedang berkobar itu atau menghilangkan ? Mau pertahankan dan menghilangkannya itu kembali kepada pribadi setiap insan. Semangat mengobarkan semangat api itu tidak bisa dipaksa atau juga memaksa. Yang ada adalah semangat itu harus dibangun dengan nilai kesadaran pribadinya sehingga tidak bisa dibangun melalui keterpaksaan. 

Jika nilai kesadaran itu dibagun dengan keterpaksaan, maka semangat itu dengan cepat akan pudar atau hilang. Kalau kesadaran itu dibagun dengan penuh kesadaran diri setiap insan tanpa dipaksa maka akan menyelesaikan setiap bagian itu sesuai dengan yang direncanakan. Lalu itu akan berhasil sesuai dengan yang diharapkan. 

Bagaimana membangun api sebagai nilai spirit. Semangat api dibangun sebagai nilai spirit atau semangat dengan berbagai cara.  Kesadaran diri. Harus sadar bahwa apa yang mau dibuat itu atas kehendak sendiri. Bukan atas kehendak orang lain. Sudah membangun atas kehendak sendiri maka, mau dibuat itu sesuai dengan rencana dan rancangan yang sudah dibangun sebelumnya.  

Kalau sudah mulai maka itu disertai dengan tindakan nyata. Sudah memulai dengan tindakan kongkrit maka yakin bahwa entah cepat atau lambat, bagian yang sedang ditindak itu diselesaikan secara maksimal sesuai dengan apa yang telah dikehendaki itu. Prinsip mau memulai. Memulai berarti tidak ada kata berhenti, atau tidak mau mengerjakan. Prinsip yang harus ada adalah mau membangun yang sudah harus dibagun dan karena sudah memulai maka harus selesai. 

Soal selesainya cepat atau lambat kembali kepada pribadi setiap insani sesuai kesiapan. Setiap orang yang mau mengerjakan atau mau memulai itu juga itu sesuai dengan apa yang telah di siapkan untuk melakukannya. Mau melakukan yang sudah mau memulai itu bertahap atau mau menuntaskan secara langsung adalah persoalan pribadi. Cepat atau lambat, yang terpenting adalah bisa buat hingga selesai.

Menghadirkan Tuhan. Besar atau kecilnya apa yang mau di buat itu, dahulukan Allah Tritungal Maha Kudus dan Bunda Maria. Hadirkan mereka sebagai penolong setia dalam melakukan apa yang mau dilakukan. Hadirkan mereka sebagai yang yang dengan setia menemani untuk melakukan dan memerjuangkan sesuatu yang mau dilakukan. 

Dengan demikian, mereka akan mengambil bagian dalam apa yang dikerjakan dan mau melakukan itu. Bahkan mereka akan memberikan semangat yang lebih dan lebih dari kemampuan yang dimiliki dalam mengerjakan itu. 

Kesetiaan Tuhan itu akan dinyatakan dalam setiap perjuangan hidup yang mau diperjuangkan itu. Permasalahannya mau hadirkan Tuhan dalam apa yang mengerjakan itu atau tidak ? Mau hadirkan Tuhan dalam mengerjakan maka yakin bahwa akan tuntas dengan baik sesuai yang dihendaki oleh Tuhan dari rencana manusia yang di buat itu. 

Membagun spirit tungku api yang tidak terpadamkan. Semangat untuk melakukan sesuatu tentunya akan menghilang atau pudar karena satu dan lain hal. Misalnya, karena panas, karena diganggu, karena capek, karena malas, karena sakit, karena haus dan lapar, karena takut, karena gelap, karena hujan, karena patah semangat, karena malu, karena tidak suka, karena lupa, dan seterusnya. Yang jelas bahwa setiap bagian itu akan mengganggu semangat aktivitasnya setiap orang. Setiap bagian itu menjadi penghalang. Setiap bagian itu menghilangkan perjuangan yang sedang diperjuangkan. 

Semangat yang sudah harus di bagin adalah bagaimana mau mempertahankan apa yang mau diperjuangkan itu. Juga harus memikirkan bahwa setiap bagian itu tidak mematahkan semangat sehingga setiap bagian itu di lalui dan dihadapinya maka sudah harus memikirkan bagaimana supaya semangat itu kembali dibangkitkan untuk memperjuangkan hingga menuntaskan yang sedang dilakukan itu.

Spirit tungku api sudah harus di bagun oleh setiap orang melalui nilai kesadaran yang sudah ada dan telah di bagun. Nilai spirit itu akan nyata ketika ketika semangat api itu dibagun dalam dirinya dan mulai memerjuangan dengan penuh semangat sambil mengedepankan kehadiran Tuhan dalam melakukan yang mau dilakukan itu  

Salam menumbuhkan semangat api yang berkobar dalam memerjuangan yang harus diperjuangan. Diatas kapal Numbai Tujuan Nabire,(…)