Tokoh Pers, Fransiscus Tekege Tutup Usia
NABIRE - Tokoh Pers, Fransiscus Tekege, bagian redaksi Papuapos Nabire tutup usia di kediamannya di Kelurahan Karang Tumaritis pada pukul 17.55 WIT, Senin (12/05/2025).

NABIRE - Tokoh Pers, Fransiscus Tekege, bagian redaksi Papuapos Nabire tutup usia di kediamannya di Kelurahan Karang Tumaritis pada pukul 17.55 WIT, Senin (12/05/2025). Redaksi senior Papuapos Nabire itu dikemukakan adik kandung Siska Veriska Tekege kepada wartawan media ini, ialah anak kandung dari pasangan suami isrti Amatus Tekege dan Yuvinia Kotouki asal Kampung Hikaimani, Modio Distrik Mapia Tengah (Mateng), Kabupaten Dogiyai Provinsi Papua Tengah.
Almarhum yang akrab disapa Frans Tekege (Om Tek) dilahirkan pada 5 Desember 1963, anak pertama dari sembilan bersaudara. Riwayat Sekolah Dasar (SD) YPPK Donbosgo Modio. Setelah tamat SD tahun 1970, melanjutkan pendidikan di SMP Santo Fransiskus Etouto Paniai.
Walaupun daerah yang begitu jauh, dirinya tetap beranikan diri dari Kampung Modio Mapia, dengan memotong gunung, rawa dan tebing dengan berjalan kaki demi menuntut ilmu.
Selanjutnya hingga menamatkan SMP melanjutkan pendidikan tahun 1973 sekolah pendidikan guru (SPG ) Taruna Bakti Jayapura. Frans selesai pendidikan guru di Waena Jayapura, Propinsi Irian Jaya pada saat itu.
Selanjutnya, sebagai guru muda ia datang tugas kembali di kampung halaman sendiri di Modio Mapia, pada SD YPPK Modio dengan mengajar Matematika hingga pada tahun 1983 kembali ke Jayapura masuk belajar satu tahun di pendidikan filsafat hidup manusia pada Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) di Abepura, Jayapura.
Dengan dasar pendidikan guru dan ilmu filsafat manusia ini, Frans Tekege pernah menjadi karyawan di Yayasan Pendidikan Persekolahan Katolik (YPPK) Obor Jayapura dan di Toko Buku Labor pada kota Jayapura kelurahan Imbi satu kantor dengan Kantor Jayasan Pers Katolik, Tifa Irian.
Dibawa pemimpin redaksi, Bill Rettop, Frans panggilan akrab masuk bekerja pada koran Tifa Irian bersama Yan Thetol, dirinya dididik dan diasuh menjadi wartawan.
Lama bekerja meliput berbagai kegiatan Pemerintah Jayapura Kota, termasuk kegiatan TNI dan kepolisian, dirinya selalu setia menjadi wartawan menulis pada koran harian pagi tersebut hingga mengisi rublik kolom opini hingga artikel.
Frans diakui penulis terbaik, mulai dari bidang politik, sosial kemasyarakatan dan pemerintah, termasuk menyangkut partai politik (Parpol). Ia juga selalu mengedepankan kejujuran berita yang fakta dan dalam bergaul selalu bersikap ramah dan rendah hati.
Dalam keluarga Mapia, di tengah masyarakat Mapia, ia menjadi pembina dan penasehat Ikatan Pelajar Mahasiswa Mapia Piyaiye Siriwo kota studi Jayapura. Pernah bangun balai pertemuan Bhayangkara Dok II Jayapura dan tinggal di belakang stasiun TVRI Papua Jayapura.
Frans Tekege selaku wartawan senior ini pernah bekerja pada radar Timika Pos selama satu tahun dan tugas terakhir menjadi Dewan Redaksi Papuapos Nabire dibawa asuhan Direktur Papuapos Nabire, Suroso,SE dan pimpinan Papuapos TV.
Saat tokoh pers ini meninggal dunia, pihak Papuapos Nabire sangat berduka dan tentunya ikut kehilangan, sehingga dibawa pimpinan Suroso, kru Papuapos Nabire membuat karangan bunga turut berduka cita hingga mengantarkan senior wartawan hingga dikebumikan di peristirahatan terakhir. Selamat jalan senior.(don)
Bagikan artikel ini



