Tokoh Adat/Masyarakat Dukung Nabire Ibukota Provinsi Papua Tengah
NABIRE – Sejumlah tokoh adat dan tokoh masyarakat (kepala-kepala suku), tokoh perempuan dan pemuda Kabupaten Nabire menyatakan mendukung ibukota Provinsi Papua Tengah di Nabire. Hal ini didasarkan dengan perjuangan pembentukan Provinsi Papua Tengah yang tinggal menunggu pen
Bagikan
NABIRE – Sejumlah tokoh adat dan tokoh masyarakat (kepala-kepala suku), tokoh perempuan dan pemuda Kabupaten Nabire menyatakan mendukung ibukota Provinsi Papua Tengah di Nabire. Hal ini didasarkan dengan perjuangan pembentukan Provinsi Papua Tengah yang tinggal menunggu pengesahan Undang-Undangnya.Sejumlah tokoh adat/masyarakat ini, diantaranya Yap Marey, Didimus Waray, Yakobus Muyapa, Ayub Wonda, Zoter Zonggonau, Edi Tebai, Gabriel Goo dan lainnya, Rabu (19/2) di sekitar putaran depan Gedung Karel Gobay Nabire, menyatakan dukungannya dengan ikut menyaksikan peta letak ibukota Provinsi Papua Tengah yang di deklarasikan oleh Drs. Anselmus Petrus Youw, M.Si.
“Kami kepala-kepala suku, tokoh adat dan masyarakat siap mendukung pembentukan Provinsi Papua Tengah dengan ibukota di Nabire,” jelas Muyapa, Yap Marey, Didimus dan lainnya serta kembali ditegaskan AP Youw bahwa ini bukti dukungan terhadap perjuangan pembentukan Provinsi Papua Tengah yang telah berjalan selama kurang lebih 13 tahun atau sejak tahun 2001.Dikatakan AP Youw, proses perjuangan Papua Tengah itu terjadi akibat pemerintah pusat berikan dua provinsi atau tambah yakni Provinsi Papua Barat dan Papua Tengah. Pemekaran Papua Tengah kala itu ada keributan di Timika, sehingga pemekaran Papua Tengah tidak berjalan. Dengan keadaan inilah, lanjut AP Youw, pasca telah adanya pembentukan Papua Barat yang sudah jalan, pihaknya juga minta Papua Tengah juga harus jalan. “Ini kami sudah berjuang sejak tahun 2001, yang awalnya pada saat itu dikumpulkan seluruh komponen pemuda di Papua dan dilaksanakan Porseni di Nabire, dimana pada akhir dari itu para pemuda buat satu pernyataan kalah itu yang isinya bahwa Nabire akan menjadi ibukota provinsi pada suatu saat,” terangnya.Dasar inilah, tandasnya lagi, pihaknya berjuang untuk pembentukan atau saat itu sebut pengaktifan Provinsi Papua Tengah sampai saat ini. “Dan perjuangan akan terus kami diupayakan, hasilnya kami semua masyarakat yang ada di wilayah Papua tengah tunggu, mudah-mudah tidak ada halangan tahun ini juga dapat terealisasi,” tekan AP. Youw dan didukungan sejumlah kepala suku dan tokoh masyarakat yang ikut menyaksikan pemasangan baleho peta pembentukan Provinsi Papua Tengah siang kemarin ini.(wan)
Bagikan artikel ini



