TK Bustanul Atfal Yapis Peringati Maulid Nabi, Tanamkan Akhlak Mulia Sejak Dini

NABIRE - Anak-anak TK Bustanul Atfal Yapis, Nabire, merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh kegembiraan dan makna. Acara yang digelar di halaman sekolah pada Sabtu, (20/09/2025) ini bertujuan menanamkan akhlak dan sifat mulia Rasulullah SAW sejak usia dini.

Kepala sekolah TK Bustanul Atfal Yapis, Insiroh Retno Widyawati, S.Pd., menyampaikan pentingnya membiasakan anak-anak dengan hal-hal baik. Ia mencontohkan kebiasaan kecil seperti mengucapkan salam.
"Hal-hal kecil seperti ini yang harus dibiasakan juga di rumah. Misalnya, masuk rumah wajib mengucapkan salam. Itu hal-hal kecil yang dicontohkan oleh nabi kita dan wajib kita terapkan dari usia dini," ujarnya.
Insiroh bercerita, kebiasaan tersebut terus terbawa hingga dewasa. "Contoh seperti saya, kadang saya menelepon, 'Halo, asalamualaikum.' Saya lupa di seberang sana orangnya mungkin beda keyakinan, tapi karena sudah terbiasa mengucapkan asalamualaikum," kisahnya. Kebiasaan ini menunjukkan bahwa nilai-nilai kebaikan dapat diterapkan lintas keyakinan.

Insiroh juga menyoroti pentingnya berbagi dan peduli terhadap sesama. Hal ini, juga untuk melatih anak-anak untuk peduli dan berbagi sejak kecil.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan peringatan Maulid Nabi adalah salah satu dari empat program wajib di sekolah, selain Isra Mikraj, Tahun Baru Hijriah dan halal bihalal.
"Tidak ada pemaksaan, cuma karena program sekolah," tegasnya. Ia menambahkan, bentuk pelaksanaannya dapat disesuaikan, seperti yang terlihat pada perayaan Maulid Nabi kali ini.
Sambutan selanjutnya datang dari Ketua Yayasan Yapis, H. La Halim, S.Sos. ia menekankan bahwa memperingati nabi bertujuan untuk mempelajari dan mencontoh sifat-sifat mulia Rasulullah SAW. "Nabi adalah suatu sosok manusia yang di dalam diri beliau itu semua patut kita teladani, yang patut kita contoh tanpa kecuali," katanya.

La Halim juga menyoroti pentingnya pendidikan karakter sejak dini. "Sebab kita berbicara masalah karakter yang tidak lepas dari adab. Ketika kita berilmu tanpa punya adab, ya tidak ada orang punya ilmu tanpa punya adab," jelasnya.
Pendidikan karakter ini sangat penting, terutama di usia Balita, karena anak-anak dapat menyerap pelajaran dengan sangat cepat.
Ustad Wahab Wahono memberikan tausiyah yang menarik. Ia memulai dengan pertanyaan, ‘Siapa yang melihat Nabi Muhammad SAW’. Ia kemudian menjelaskan tentang sahabat-sahabat nabi yang beruntung bisa bertemu langsung.

Namun, ia melanjutkan, Nabi Muhammad juga menyebutkan bahwa ada orang-orang yang sangat beruntung, bahkan lebih dari itu. "Sampai berapa kali? Beruntung sekali, beruntung sekali, beruntung sekali. Siapa mereka? Yang beriman kepada Nabi Muhammad, tapi tidak pernah berjumpa, tidak pernah melihat," kata Ustad Wahab.
Ustad Wahab kemudian mengisahkan cerita pemuda pemabuk yang masuk surga. Ia menjelaskan bahwa pemuda tersebut, meskipun sering mabuk, setiap kali mendengar nama Nabi Muhammad disebut, ia mengeraskan suaranya untuk bersholawat. "Baginya untuk masuk surga, kata itu, sholawat," ujarnya. Kisah ini menunjukkan bahwa sholawat, dengan niat yang tulus, bisa menjadi perantara kebaikan.
Ustad Wahab berpesan kepada orang tua agar membiasakan anak-anak bersholawat. "Sering-sering dengarkan anak kita sholawat. Sering-sering anak kita tuntun untuk bersholawat. Untuk apa? Melunakkan hatinya," pesannya. Ia berharap, dengan sholawat, anak-anak akan menjadi generasi yang selalu mencontoh Nabi Muhammad SAW.

Acara peringatan Maulid Nabi ini ditutup dengan sholawat bersama, dipimpin oleh Ustad Wahab Wahono. Seluruh hadirin, termasuk anak-anak, guru dan orang tua, berselawat dengan khusyuk. Kegiatan ini diharapkan dapat terus menanamkan nilai-nilai kebaikan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW dalam hati para murid TK Bustanul Atfal Yapis.(sam)
Bagikan artikel ini



