TK ABA 6 Lagari 3 Sering Terendam Banjir

NABIRE - Banjir kembali menjadi masalah yang meresahkan warga Nabire, terutama bagi lembaga pendidikan seperti Taman Kanak-kanak (TK) Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 6 di Lagari 3. Sekolah ini seringkali terendam air, khususnya saat musim hujan yang terus-menerus turun. Akibatnya, kegiatan belajar-mengajar menjadi terganggu dan kondisi fasilitas sekolah pun memprihatinkan.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Nabire, Waluyo, S.Pd., mengungkapkan keprihatinannya. Saat ditemui di Sekolah Yapis, Rabu (10/09/2025), ia menyampaikan bahwa masalah banjir ini sudah menjadi langganan bagi TK ABA 6.
Lokasi sekolah yang berada di area dataran rendah membuatnya rentan tergenang air, bahkan setelah hujan ringan sekalipun.

Kondisi ini tentu sangat mempengaruhi kenyamanan dan keamanan para murid. Ruang kelas yang tergenang air membuat anak-anak tidak bisa belajar dengan optimal.
Selain itu, genangan air juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan mengancam keselamatan murid serta guru di sekolah.
Lebih lanjut, Waluyo juga menyinggung tentang rencana pembangunan sekolah. Ia menyebutkan bahwa ada dua ruang kelas yang sedang dalam proses pembangunan. Pembangunan ini sangat penting untuk menunjang kegiatan belajar dan menyediakan fasilitas yang lebih layak bagi para siswa.
Namun, menurutnya, kendala finansial menjadi penghambat utama. Pihak sekolah dan Muhammadiyah Nabire kesulitan untuk melanjutkan proyek ini tanpa dukungan dari pihak luar.
Oleh karena itu, ia berharap ada uluran tangan dari pemerintah daerah untuk membantu menyelesaikan pembangunan tersebut.
Bantuan dari pemerintah daerah sangat dibutuhkan, baik untuk penanggulangan masalah banjir maupun kelanjutan pembangunan ruang kelas. Dengan adanya intervensi dari pemerintah, diharapkan TK ABA 6 dapat memiliki fasilitas yang memadai dan terbebas dari masalah banjir yang selama ini menghantui.

Permintaan bantuan ini merupakan seruan agar pendidikan di Nabire bisa terus berjalan tanpa hambatan. Fasilitas yang layak dan aman adalah hak setiap anak. Dengan sinergi antara Muhammadiyah dan pemerintah daerah, diharapkan masalah ini bisa segera teratasi demi masa depan anak-anak Nabire yang lebih baik.(sam)
Bagikan artikel ini



