Tim Uji Kelayakan Caleg Dogiyai Asal Kamsel Pertemuan di Kantor Distrik
DOGIYAI - Tim Uji Kelayakan Calon DPRD asal Kamuu Selatan Kabupaten Dogiyai menggelar pertemuan di Kantor Distrik Kamuu Selatan, Sabtu (9/3)
Bagikan
DOGIYAI - Tim Uji Kelayakan Calon DPRD asal Kamuu Selatan Kabupaten Dogiyai menggelar pertemuan di Kantor Distrik Kamuu Selatan, Sabtu (9/3) pekan lalu. Kegiatan dihadiri beberapa pengurus partai politik, DPRD, intelektual, dan berbagai unsur lainnya.Saat pertemuan Ketua Tim Uji Kelayakan Calon DPRD asal Kamuu Selatan, Emanuel Adii menegaskan, tim melihat bakal calon DPRD yang ada di Kamuu Selatan, siapa yang gigih untuk menyuarakan aspirasi rakyat Kabupaten Dogiyai lebih khususnya dan pada umumnya rakyat teritorial Tanah Papua. “Dalam uji kelayakan kita melihat bakal calon DPRD siapa yang tahu tugas dan tanggung jawab sebagai anggota DPRD dan melihat semua kepengurusan partai politik yang sedang Caleg berasal dari Dogiyai,” tutur Adii.Ia juga menegaskan, dengan adanya pertemuan pertama yang kita lakukan di Distrik Kamuu Selatan yang kita cintai ini pada tanggal 16 Februari 2019 pekan lalu, banyak orang yang sebarkan isu-isu yang tidak benar, untuk mengacaukan Pileg 2019 di Distrik Kamuu Selatan. “Kami tidak mau kalau orang lain salah menanggapi terkait pertemuan kami ini,” bebernya. Lanjutnya, dengan adanya isu-isu yang tidak benar itu, hari ini kami bawa wartawan ke Kamuu Selatan agar mereka meliput berita yang pasti dan tidak ada lagi isu-isu tidak benar itu dalam pertemuan kali ini.“Semua ini adalah orang Dogiyai di Distrik Kamuu Selatan. Seketika kita berbicara demi pembangunan di Distrik Kamuu Selatan Kabupaten Dogiyai,” katanya.Dirinya mengetahui Kamuu Selatan itu mempunyai persatuan. Ketika kita membuat masyarakat kecewa itu alam Kamuu Selatan akan marah kita pasti akibatnya akan kita alami di kemudian hari.Untuk itu, ia meminta kepada semua elemen masyarakat perlu memahami tujuan dibentuknya Tim Uji Kelayakan Calon DPRD Asal Kamuu Selatan. Pertama, melihat paradigma Bacaleg Dogiyai asal Kamuu Selatan. Kedua, memberikan pemahaman. Ketiga, menjelaskan tugas dan fungsi sebagai DPRD.Kepala Distrik Kamsel, Yulianus Tibakoto mengatakan, seorang pemimpin itu harus menciptakan perdamaian dan menegakan kebenaran, bukan untuk mempermainkan masyarakat.“Logikanya, mana bisa seorang suami jual istri dan anaknya. Sama juga dengan seorang pemimpin. Saya sebagai kepala distrik tak mungkin menjual masyarakat saya. Kita mesti paham itu,” tuturnya.Dengan adanya isu-isu tidak benar yang disebarkan orang, maka Kadistrik Kamuu Selatan juga menegaskan bahwa, pada suatu saat anda menjadi pemimpin kita harus mengayomi masyarakat dan segala isinya yang ada.Lanjut Kadistrik, biar politik kah, nasehat kah, pemimpin itu harus korban, karena tujuan pemimpin itu harus menjaga dan melindungi masyarakatnya.“Bagi saya sebagai pemimpin semuanya itu pasrah demi saya punya masyarakat, saya sebagai pemimpin saya harus berbicara dengan masyarakat saya,” tuturnya.“Kepada kaum intelektual dan kaum pegawai diminta agar tidak boleh menyebarkan isu-isu yang tidak benar terkait pertemuan ini. Karena kami disini melakukan pertemuan ini membentuk karakter Bacaleg, agar mereka benar-benar mengayomi melindungi masyarakat sebagai tugas utama mereka dalam menjembatani aspirasi masyarakat,” tuturnya.(ist)
Bagikan artikel ini



