NABIRE – Tim Persatuan Sepakbola Intan Jaya (Persintan) telah menyerahkan tropi juara kepada pemerintah Kabupaten Intan Jaya, Kamis (6/2) lalu, di rumah makan Sari Kuring. Tropi juara 2 nasional kompetisi Divisi III PSSI U-21 ini diserahkan kepada Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, SS, M.Si yang juga didampingi Wakil Bupati, Yann R. Kobogoyauw, S.Th, M.Div. Penyerahan tropi juara juga dihadiri seluruh pimpinan SKPD di lingkungan pemerintah Kabupaten Intan Jaya.   Dikatakan Bupati Natalis Tabuni, diundangnya para pimpinan SKPD untuk ikut hadir dalam penyerahan tropi juara, tentu ada tujuannya. Tim Persintan sudah mampu berprestasi di tingkat nasional setelah menghadapi tim-tim lain di seluruh Indonesia. Langkah Persintan tentu tidak akan kembali, tetapi akan maju terus dalam berkompetisi. Dengan demikian, ke depan tentunya harus ada perhatian yang lebih baik lagi dalam mendukung tim Persintan ini. Tegas bupati, untuk mendukung tim Persintan ke depannya bukan hanya menjadi tanggung jawab bupati. Tetapi ini akan menjadi tanggung jawab bersama. “Kita cukup terkejut dengan prestasi yang mampu dipersembahkan oleh anak-anak Intan Jaya ini. Di level nasional, ternyata Persintan mampu untuk meraih juara. Padahal kalau kita mau lihat, di wilayah Papua dan Papua Barat saja, tim-tim yang ada begitu hebat dan kompetisi begitu ketat. Banyak tim dari kabupaten-kabupaten lama yang ikut berkompetisi, tapi Persintan Intan Jaya mampu menjadi juara. Ini semua bisa terjadi karena niat dan prestasi pemain, pelatih, ofiicial, dan seluruh pengurus,” kata Bupati Natalis. Dituturkan Bupati Natalis, apa yang sudah diikuti oleh Persintan bukanlah kompetisi biasa, tetapi levelnya tingkat nasional. Pada kompetisi wilayah timur Indonesia yang digelar di Bone, Persintan mampu lolos ke babak berikut menghadapi tim-tim tangguh se-Indonesia. Saat partai final lalu, kata bupati, karena kapten Persintan cidera, akhirnya harus menerima sebagai juara kedua. “Ini sudah merupakan prestasi yang luar biasa. Kita tahu, Kabupaten Intan Jaya dimekarkan tahun 2009 setelah itu baru devinitif di akhir tahun 2013, akhir bulan Oktober KONI dibentuk dan pada pertengahan Desember Persintan dibentuk, dan ternyata pada bulan Januari sudah jadi juara,” tutur bupati bangga. Tak hanya kita di Intan Jaya yang dibuat kaget oleh prestasi anak-anak Intan Jaya yang tergabung dalam tim Persintan ini. Ternyata pengurus PSSI pusat pun merasa kaget dengan apa yang sudah diraih oleh Persintan Intan Jaya ini. Dengan prestasi yang sudah diraih, lanjut bupati, dari PSSI nantinya akan memanggil sejumlah pemain Persintan untuk diseleksi masuk dalam skuad tim nasional (Timnas). Lebih jauh dikatakan Bupati Natalis, aturan dalam persepakbolaan profesional sudah ada perubahan. Kini aturan mensyaratkan tidak bisa lagi membiayai tim dari dana APBD. Bertolak dari kondisi ini, lanjut bupati, dirinya mengajak seluauh SKPD untuk turut memperhatikan anak-anak yang tergabung dalam tim Persintan ini. Nantinya, harus ada manajemen tersendiri untuk mengurus tim karena Persintan sudah masuk dalam kompetisi sepakbola profesional. “Saat mengikuti kompetisi awal kemarin, dibiayai dari dana hibah KONI senilai satu milyar rupiah. Dana ini hanya bisa membiayai saat mengikuti kompetisi di Jayapura dan Nabire,” kata bupati. Berbicara soal aturan kompetisi profesional, kata bupati, para pemain harus sudah dengan kontrak. Selain itu, tim juga sudah harus mempunyai stadion untuk menggelar setiap laga pertandingannya. Karena sebagus apapun dalam bermain, namun jika tidak didukung dengan hal-hal seperti itu, maka bisa jadi akan sia-sia belaka. “Stadion kita rencanakan dalam tahun ini kita bangun,” tambahnya.  Pemerintah Kabupaten Intan Jaya tidak menutup mata dengan prestasi yang sudah dipersembahkan oleh anak-anak Persintan. Ada dua program khusus yang akan dilakukan oleh pemerintah daerah kepada anak-anak Intan Jaya yang tergabung dalam Persintan ini. Seperti dikatakan Bupati Natalis, kedua program khusus itu adalah dengan memberikan beasiswa khusus kepada anak-anak Persintan. Selain itu, anak-anak jika sudah menyelesaikan studinya dan nantinya akan mengadu nasib menjadi CPNS, maka akan diprioritaskan. Sementara itu, asisten pelatih Persintan, Jack Kobogau menyampaikan terima kasih atas dukungan dari semua pihak sehingga Persintan bisa menyabet juara 2 di level nasional. Dikatakan, saat mengikuti kompetisi memang diakui ada kendala yang dihadapi tim. Namun dengan keberadaan bupati dan wakil bupati, maka tim tidak bimbang untuk menghadapi kendala-kendala itu. Hal lain yang juga disampaikan asisten pelatih, diharapkan kepada pemerintah daerah untuk mencarikan solusi atas dana yang diperuntukkan bagi para pemain. (ros)