SUGAPA – Wakil Ketua Komisi IV DPR Provinsi Papua, Thomas Sondegau, ST, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Intan Jaya, beberapa waktu lalu. Kunjungan Anggota DPR Provinsi Papua dari Dapil Meepago ini, membawa sejumlah agenda. Salah satunya adalah melakukan sosialisasi terhadap program untuk menurunkan harga barang-barang di Kabupaten Intan Jaya. Saat dihubungi Papuapos Nabire, Thomson (panggilan akrabnya), mengatakan, kunjungannya ke Intan Jaya untuk melihat situasi dan kondisi di Kabupaten Intan Jaya. Dirinya bersyukur karena semua aman, bahkan masyarakat di wilayah itu sudah beraktifitas seperti biasa.

Selain itu, dirinya juga sempat bertemu dengan pemerintah daerah dalam hal ini bupati, Kapolres, BIN, BAIS yang bertugas di Sugapa. Dirinya juga berkesempatan melakukan rapat dengan para pedagang yang ada di Sugapa.

“Yang terutama agenda kita adalah untuk menurunkan harga barang di Intan Jaya tiga kali lipat dari yang ada di Nabire dan Timika,” ujarnya.

Untuk itu, kata Thomson, program pertama yang dilakukan adalah turun untuk sosialisasi bagaimana agar harga barang di Kabupaten Intan Jaya bisa diturunkan sampai 20 persen.

“Selama ini orang jual air mineral merek Aqua 600 ml seharga Rp. 25.000. Kalau dikalikan 24 botol itu sudah Rp. 600.000 per karton. Dengan harga tinggi seperti ini apa masyarakat bisa beli ? Selama ini perputaran ekonomi di Kabupaten Intan Jaya betul-betul seperti kita berada di suatu tempat yang bukan kabupaten lagi,” ujarnya.

Sehingga dirinya melakukan sosialisasi program pemerintah pusat menurunkan harga barang menjadi satu harga. Tentunya dengan memanfaatkan program pemerintah pusat, yakni dengan memanfaatkan program tol laut, tol udara dan tol darat.

“Sehingga saya turun ke sana rapat dengan masyarakat, pemerintah dan para pedagang. Namun dalam hal ini di Intan Jaya kita juga tidak bisa mematikan pedagang yang ada di sana. Walaupun kita jual dengan harga yang murah tapi kita juga harus hargai pedagang yang ada karena lebih dulu mereka ada di sana,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan, pada bulan Januari tahun depan dirinya mendapatkan fasilitas cargo penerbangan dari Nabire dan Timika. Sehingga dirinya mengharapkan penurunan harga barang sampai 35 persen di Kabupaten Intan Jaya.

“Terkait program ini, tidak ada kepentingan apapun. Mungkin karena nama perusahaannya PT. Bula Jaya Persada sehingga orang berpikiran ini ada apa. Padahal itu hanya nama perusahaan saja dengan tujuan hanya untuk menurunkan harga barang,” tuturnya.

Ditanya kapan bisa terealisasi penurunan harga barang, kata Thomson, barang-barang bermutu miliknya hampir 30 flight sudah masuk di Intan Jaya. Dan secara resmi dirinya meminta pemerintah daerah untuk membuka secara resmi program ini. Untuk selanjutnya barang akan dijual kepada masyarakat bisa menikmati.

“Saya juga libatkan anak-anak daerah seperti pengadaan beras yang logonya migaombo (noken dalam bahasa Moni), itu salah satu perusahaan yang dikelola oleh anak-anak daerah. Anak-anak daerah ini saya libatkan dan saya minta mereka akan buat satu perusahaan dengan logo migaombo itu khusus untuk mengadakan beras bersih dari Surabaya. Saya juga kerjasama dengan anak-anak daerah supaya mereka ini bisa berkembang dengan perusahaannya sendiri supaya memajukan daerah. Kita tidak usah berpikir hal-hal yang negatif,” ujarnya.

Ditegaskan, nantinya harga barang-barang yang dijual akan lebih murah 20 persen dari harga barang sebelumnya. Dan ini akan berlanjut secara kontinyu.

“Walaupun hari ini saya dapat penerbangan umum dengan biaya angkut yang masih tinggi, tapi saya tidak mengapa, demi masyarakat saya akan kasih turun harga barang sampai 20 persen. Nanti untuk Januari itu benar-benar subsidi kargo yang bantuan dari pemerintah pusat, itu harga barang turun lagi bisa sampai 35 persen. Air Aqua yang tadinya harga 25.000 nanti kalau sudah ada subsidi pemerintah saya akan kasih turun sampai 13.000. dia harus sama harganya dengan daerah kota,” jelasnya. (ros)