NABIRE – Menindaklanjuti keluhan dan harapan dari sejumlah para pedagang yang ada di sejumlah pasar yang ada di daerah ini, mulai dari Pasar Sentral Kalibobo, Pasar Karang Tumaritis dan Pasar Oyehe terkait penarikan retribusi yang belakangan ini mengalami kenaikan, pihak Kamar Dagang Industri (Kadin) meminta kepada pemerintah daerah melalui dinas/instansi terkait untuk meninjau ulang.Pasalnya, dengan melihat kondisi perekonomian dan daya beli masyarakat yang mengalami penurunan akhir-akhir ini menjadi beban tersendiri bagi para pedagang dan pengusaha dalam menjalankan bisnisnya. Apalagi, kenaikan retribusi pasar atau pedagang naik dan dinilai tidak adanya sosialisasi terlebih dulu soal mekanisme pembayaran, peruntukkannya dan utamanya penarikannya tidak melalui satu pintu.BPD Kadin Kabupaten Nabire, melalui Wakil Ketua III H Abdul Rahman, SE, berpendapat kebijakan pemerintah daerah terkait retribusi sebenarnya secara umum para pedagang dan pengusaha sangat memahami, namun demikian semestinya harus ada timbal balik atau bahasa sederhananya ada yang didapat dari penarikan retribusi dimaksud.Lanjut Haji Asok panggilan akrabnya, mewakili pedagang dan atas nama pengusaha dirinya mengharapkan kepada pemerintah kabupaten melalui dinas/instansi terkait dalam melihat hal ini. Jangan sampai menjadi beban di satu pihak.“Pada prinsipnya pengusaha ataupun pedagang itu ingin berusaha dengan baik dan partinya mau untunng bukan buntung. Ketika ada kenaikan retribusi alangka baiknya disosialisasikan terlebih dahulu. Karena tidak mungkin dengan beban biaya retribusi, ditambah sewa tempat berjualan dan daya beli masyarakat menurun, pedagang menaikan harga barang. Kan kasihan masyarakat dibebani hal itu,” jelasnya.Diluar itu, sejauh ini dalam penarikan retribusi para pedagang khususnya tidak mengetahui berapa besaran biaya (kewajiban) yang semestinya harus mereka keluarkan, apalagi berbicara aturannya, karena terkadang dalam beberapa kali ada dari para pedagang ini yang sampai membayar dua kali dalam setiap penarikan.Ini, menurut dia perlu adanya penjelasan atau setidaknya sosialisasi dan menyangkut iklim perekonomian yang belakang ini lesuh tentunya juga jadi pertimbangan pihak pemerintah daerah dalam menanggapi hal ini.Untuk itu, mewakili para pedagang dan pihak Kadin dirinya berharap kiranya menyangkut hal ini perlu adanya pengkajian kembali, guna menghindari dampat negatif yang ditimbulkan yang lebih parah kedepannya, seperti ancaman kepercayaan publik terhadap citar pemerintah daerah dan dari pedagang sendiri yang bisa terancam gulung tikar.Menyangkut hal ini, sempat jauh hari dari beberapa perwakilan pedagang dan pengusaha mengeluhkan hal yang sama. Bahkan ada pula, dari mereka seperti yang ada di Pasar Sentral Kalibobo yang mengeluhkan soal jalan masuk yang lalai dari perhatian pemerintah dan di Pasar Oyehe tidak adanya lahan parkir, sementara retribusi lancar ditarik oleh pemerintah daerah melalui dinas terkait.(wan)