NABIRE - Perayaan Festival Cap Go Meh akan berlangsung pada 25 - 26 April 2025, dan Tema Cap Go Meh 2025 kali ini, yakni ‘Cinta kasih dalam tradisi, harmoni dalam kebersamaan’ dan dalam perayaan tersebut juga tentunya akan memberikan yang terbaik supaya saudara-saudara yang lain dari etnis Tionghoa maupun dari semua kalangan bisa ikut terlibat dalam kegiatannya.

Ketua Perayaan Festival Cap Go Meh 2025, Alex E. Manibuy dalam podcast PapuaposTV, Selasa (18/3/2025) mengatakan, ada gambaran yang keliru mengenai arti Imlek dan Cap Go Meh. Kebanyakan orang berpikir itu perayaan agama.

Sesungguhnya, lanjut dia, itu tidak sama sekali dan itu merupakan budaya dari masyarakat Tionghoa dari zaman dulu kala sampai saat ini dan tradisi tersebut akan tetap dirayakan dikarenakan ini pesta, kalau secara etnik ini pesta budaya dan bukan pesta agama.

"Mari saudara-saudara kita yang belum terlibat di dalam kegiatan kita, saya ingin mengajak untuk bersama-sama, siapa tau mereka punya potensi dan talenta-talenta hebat mau dipromosikan untuk menjadi besar mari bersama-sama dan saling mendukung," katanya.

Dalam perayaan festival Cap Go Meh yang akan datang, akan ada doorprize, barongsai, pohon uang, artis dan drama nantinya. "Penyatuan persepsi dari semua orang bahwa kegiatan-kegiatan yang dilakukan ini terbuka untuk umum, dan kalau tidak bahu membahu tidak akan berhasil, tetapi kalau bersama-sama kita akan sukses," katanya.

Alex mengajak seluruh keluarga Tionghoa untuk bersatu, dan potensi yang ada ini pasti bisa. Bagaimana caranya kelola dan mengemas kegiatan ini, agar di satu sisi bisa memberikan hiburan untuk semua warga dan masyarakat Nabire.

"Bisa memperdayakan UMKM, berusaha untuk meyakinkan pelaku-pelaku di dunia usaha bidang kuliner yang masih mulai belajar dan merangkak untuk dikenal, dan mempunyai produk yang bagus, dan lagi diupayakan untuk mendorong melalui kegiatan ini," ucapnya.(tim redaksi podcast)