NABIRE - Dalam dunia pendidikan kejuruan atau yang lebih dikenal Sekolah Menengak Kejuruan (SMK), yang diharapkan menghasilkan lulusan–lulusan siswa yang bisa hebat sesuai dengan motto SMK, sesungguhnya semua kembali pada apa yang disebut ‘Taching Factory (Laboratorium)’ yang memadai dan berstandar.

Sehingga dalam kemajuan pendidikan kejuruan yang ada di daerah ini, diharapkan adanya dukungan dan perhatian yang serius dari pemerintah, guna mewujudkan lulusan SMK yang hebat dan bisa terserap pada dunia kerja nyata.

Namun faktanya semua SMK Negeri maupun swasta yang ada di Kabupaten Nabire hanya bisa berjalan dengan teaching factory yang diupayakan sekolah semampu kekuatan sekolah dengan harapan peserta didik bisa melakukan praktek dan bisa memahami, walaupun sangat kurang penerapan ilmunya.

Dalam diskusi bersama wartawan Papuapos Nabire pada Sabtu (12/4/2025) dengan beberapa orang kepala sekolah SMK di halaman Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, mereka mengatakan, teaching factory adalah kunci untuk menjadikan lulusan SMK bisa hebat.

Untuk itu, selaku kepala-kepala sekolah SMK yang ada di Nabire dapat menilai kata hebat dan bisa itu hanya sebuah kata slogan, faktanya belum ada teaching factory yang memadai di semua SMK yang ada di Kabupaten Nabire yang bisa dibanggakan oleh sekolah. 

Dengan demikian untuk menjawab SMK bisa dan hebat, dibutuhkan keseriusan dari pemerintah, karena SMK tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dari pemerintah di masing–masing kabupaten dan provinsi.

Karena jujur saja, kegiatan Edufair SMK tahun 2025 yang dilaksanakan selama dua hari ini dengan tujuan ingin menunjukan kebolehan dan skill peserta didik SMK kepada semua lapisan masyarakat, namun dukungan dana sangat terbatas.

Kegiatan edufair SMK yang diikuti 13 SMK dari 19 SMK yang ada di Kabupaten Nabire ini, 100% dukungan dananya dari iuran patungan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK yang terlibat dalam pameran ini.

Dan untuk menjadikan SMK bisa hebat, maka diperlukan dukungan dari pemerntah dengan menciptakan labotarium SMK dan tidak boleh ada SMK yang tutup di Kabupaten Nabire, dengan alasan tidak mendapatkan siswa baru dan apabila itu terjadi, maka terkuburlah cita-cita anak bangsa untuk berkreasi dan berkarya.(des)